Pendidikan

IMSO ke-23 Resmi Dibuka, 404 Siswa dari 23 Negara Adu Kemampuan Matematika dan Sains

BOGOR-KITA.com, DEPOK – International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026).

Kompetisi matematika dan sains tingkat sekolah dasar (SD) tersebut diikuti 404 peserta dari 23 negara. Ajang internasional ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun jejaring dengan pelajar dari berbagai negara.

Abdul Mu’ti mengatakan, IMSO menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan bakat dan kemampuan generasi muda, khususnya di bidang matematika dan sains.

Menurutnya, kedua bidang tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Ini dua bidang yang sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penanaman sains, matematika sejak dini,” ujarnya.

Ia mengatakan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Baca juga  Beasiswa Unggulan Talenta UIKA 2026 Resmi Dibuka, Bidik Siswa Berprestasi dan Bertalenta

Selain menjadi ajang kompetisi, Abdul Mu’ti menilai IMSO dapat mempertemukan talenta-talenta muda terbaik dari berbagai negara untuk saling mengenal dan membangun jaringan internasional.

Ia menyebut para peserta yang hadir merupakan siswa pilihan yang telah melalui proses seleksi di negara masing-masing.

“Forum ini bukan hanya menjadi forum di mana para talenta muda matematika dan sains dari 23 negara bertemu dan berlomba, tetapi forum di mana mereka membangun jejaring generasi-generasi yang brilian,” katanya.

Abdul Mu’ti berharap penyelenggaraan IMSO ke-23 dapat menginspirasi anak-anak Indonesia untuk semakin mencintai matematika dan sains. Terlebih, kedua bidang tersebut menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan pendidikan nasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), lanjutnya, juga tengah mengembangkan pendekatan STEM 5M, yakni pembelajaran yang murah, mudah, menggembirakan, mindful, dan meaningful.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah stigma bahwa matematika dan sains merupakan pelajaran yang sulit serta membutuhkan biaya besar.

Baca juga  Rektor: Kinerja IPB University Tahun 2021 Capai 79.23 persen

“Kami ingin mengubah stigma itu dengan gerakan STEM 5M tadi, dan mudah-mudahan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Chairman IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan para peserta telah menjalani persiapan intensif sebelum mengikuti kompetisi. Khusus kontingen Indonesia, persiapan dilakukan melalui pelatihan daring selama sekitar satu bulan.

Pelatihan tersebut berlangsung sekitar empat jam setiap harinya. Selanjutnya, para peserta mengikuti karantina selama enam hari di PPSDM Kemendikdasmen menjelang pelaksanaan lomba.

“Menjelang lomba, enam hari sebelum lomba ini, kita adakan karantina di PPSDM selama enam hari dari pagi sampai malam terus menginap. Itu persiapannya,” jelas Ridwan.

IMSO ke-23 berlangsung selama dua hari, yakni Minggu (4/10/2026) dan Senin (5/10/2026). Pada hari pertama, peserta mengikuti dua jenis ujian teori. Untuk bidang matematika, ujian terdiri atas soal isian singkat dan uraian.

Sementara itu, pada hari kedua, peserta akan menghadapi ujian eksplorasi matematika dan eksperimen sains.

Baca juga  Pemkot Bogor Sisihkan 15 Persen Bangku Sekolah untuk Siswa Berprestasi

“Seluruh soal disajikan dalam bahasa Inggris. Proses penilaian juga melibatkan juri dari berbagai negara, di antaranya Bulgaria, Vietnam, dan Thailand,” ungkapnya.

Terkait target kontingen Indonesia, Ridwan mengatakan pihaknya berharap para peserta mampu meraih medali emas, perak, maupun perunggu. Namun, jumlah medali yang dapat diperoleh belum bisa dipastikan karena ketatnya persaingan.

Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Indonesia meraih sekitar tiga medali emas dari bidang matematika dan sains.

“Tahun kemarin sekitar dapat tiga emas untuk matematika dan sains digabung. Terus terang sekarang kita memfokus ke emasnya. Mudah-mudahan meningkat,” tuturnya.

Ridwan menyebut sejumlah negara yang selama ini memiliki persaingan ketat dalam kompetisi tersebut, di antaranya Singapura, China, dan Vietnam. Menurutnya, negara-negara tersebut memiliki sistem pembinaan khusus untuk siswa di bidang matematika dan sains.

“Mereka memang sudah fokus, ada sekolahnya yang memang ngurus Matematika dan IPA. Kita kan belum ada,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top