Satlantas Polres Bogor Manfaatkan AI untuk Kebijakan Rekayasa Lalu Lintas di Puncak
BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor mulai memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mengantisipasi potensi kemacetan di jalur Puncak, Kabupaten Bogor.
Teknologi yang ditempatkan di Pos Gadog Hoegeng tersebut mampu memprediksi kondisi arus lalu lintas, termasuk memperkirakan jumlah kendaraan yang akan melintas hingga satu jam ke depan.
Kasat Lantas Polres Bogor AKP Afif Widhi Ananto mengatakan teknologi tersebut telah digunakan sejak Juli 2026. Menurut dia, pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu petugas melakukan antisipasi lebih cepat ketika terjadi lonjakan volume kendaraan.
“Fungsi dari aplikasi ini dapat memperkirakan jumlah kendaraan yang akan melintas di jalur Puncak selama satu jam ke depan, sehingga petugas dapat mengantisipasi apabila terjadi lonjakan arus kendaraan lebih awal,” kata Afif, Senin (24/8/2026).
AI tersebut juga memanfaatkan data Google Maps secara real time untuk mengukur waktu tempuh kendaraan dari Exit Tol Ciawi hingga Puncak Pass.
“Jika waktu tempuh melebihi kondisi normal atau lebih dari satu jam, petugas akan melakukan intervensi di sejumlah titik rawan kepadatan, seperti Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan Pasar Cisarua,” ujarnya.
Sistem tersebut juga mempelajari pola lalu lintas selama tiga tahun terakhir, termasuk jumlah kendaraan, titik hambatan, hingga tingkat okupansi hotel. Data itu digunakan untuk membaca pola pergerakan kendaraan, terutama saat libur nasional dan akhir pekan panjang.
Afif menyebut tingkat akurasi prediksi AI tersebut mencapai lebih dari 85 persen. Namun, hasil prediksi AI tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas.
“Ketepatannya lebih dari 85 persen, namun tidak menjadi mutlak dasar penentuan kebijakan yang kita terapkan. Hanya sebagai salah satu instrumen penting kami,” tandasnya. [] Danu
