Kab. Bogor

KP2C Desak Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Tlajung Udik untuk Kendalikan Banjir

BOGOR-KITA.com, BOGOR  — Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) mendesak percepatan pembangunan kolam retensi di Tlajung Udik, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai Cileungsi-Cikeas.

Selain program normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, Kementerian Pekerjaan Umum merencanakan pembangunan delapan kolam retensi dengan total kapasitas tampung sekitar 6,3 juta meter kubik air.

Ketua KP2C, Puarman, mengatakan terdapat empat lokasi kolam retensi yang dinilai efektif untuk mengurangi risiko banjir. Dua di antaranya berada di Tlajung Udik 1 dan Tlajung Udik 2, Kabupaten Bogor, dengan kapasitas total mencapai 2,6 juta meter kubik.

Selain itu, kolam retensi juga direncanakan di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, berkapasitas 1 juta meter kubik, serta di kawasan Kemang Pratama, Kecamatan Rawa Lumbu, dengan kapasitas sekitar 2 juta meter kubik.

Baca juga  Stok Vaksin untuk Lansia dan Pelayan Publik Masih Aman

“Kami meminta percepatan pembangunan Kolam Retensi Tlajung Udik Bogor karena dapat mengurangi dampak banjir secara signifikan,” ujar Puarman, Jumat (20/2/2026).

Menurut dia, setelah pembangunan di Tlajung Udik direalisasikan, kolam retensi di Bantar Gebang dan long storage Kemang Pratama juga perlu segera dibangun untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah hilir.

Puarman menambahkan, keberhasilan pengendalian banjir pada 11 Februari 2026 saat terjadi kenaikan tinggi muka air (TMA) Sungai Cileungsi menjadi pembelajaran penting. Ia menilai, percepatan pembangunan kolam retensi akan menjadi langkah strategis dalam upaya mitigasi dan pencegahan banjir di masa mendatang. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top