Tragedi Di Balik Rampungnya Pekerjaan Jembatan Leuwiranji
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Rampungnya perbaikan berkala Jembatan Leuwiranji yang berlangsung sejak awal Desember 2025 hingga akhir Januari 2026 seharusnya menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Namun, euforia tersebut berubah menjadi duka setelah seorang pekerja proyek dilaporkan terjatuh ke Sungai Cisadane saat masih melakukan pekerjaan tahap akhir.
Peristiwa kecelakaan kerja itu terjadi pada Minggu malam, 1 Februari 2026, sekitar pukul 20.40 WIB. Korban diketahui tengah mengencangkan baut pengikat konstruksi jembatan sebelum akhirnya terjatuh dan terseret arus sungai.
“Benar, kejadian terjadi pada Minggu 1 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban sedang bekerja mengencangkan baut konstruksi jembatan, lalu terjatuh ke Sungai Cisadane,” ujar Kapolsek Gunungsindur, Kompol Budi Santoso.
Menurut Budi, korban bernama Frangki (29), warga Sulawesi, yang merupakan pekerja proyek perbaikan Jembatan Leuwiranji. Insiden tersebut terjadi saat para pekerja melakukan pengecekan akhir hasil pekerjaan.
“Diduga korban terpeleset dan langsung terbawa arus Sungai Cisadane,” jelasnya.
Insiden ini pun memunculkan sorotan terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek tersebut, mengingat pekerjaan dilakukan pada malam hari dan di atas aliran sungai dengan risiko tinggi.
Camat Gunungsindur, Muhamad Jamaludin, yang datang langsung ke lokasi kejadian, membenarkan bahwa jembatan belum dibuka secara resmi meski sudah dilalui kendaraan kecil. Ia juga mengaku sempat menanyakan progres pekerjaan kepada pengawas proyek.
“Secara umum sudah selesai, namun masih ada pekerjaan tahap akhir. Malam ini para pekerja kembali bekerja, tetapi terjadi musibah,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai penggunaan alat pelindung diri dan penerapan prosedur keselamatan kerja (K3) oleh para pekerja, Camat Jamaludin tidak memberikan jawaban secara rinci.
Pasca kejadian, pihak kecamatan bersama unsur SAR, BPBD, Damkar, Polri, dan TNI langsung melakukan upaya pencarian korban hingga pukul 00.00 WIB. Namun hingga pencarian dihentikan sementara, korban belum berhasil ditemukan.
Sebagai informasi, perawatan berkala Jembatan Leuwiranji yang berada di perbatasan Kecamatan Gunungsindur dan Rumpin tersebut merupakan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan swasta atas penunjukan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, dengan pengawasan teknis dari UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VIII Parung.
Tragedi ini menjadi catatan penting terkait pentingnya penerapan standar keselamatan kerja secara ketat, terutama pada proyek infrastruktur dengan risiko tinggi, guna mencegah jatuhnya korban jiwa di tengah pembangunan. [] Fahry
