Kota Bogor

Perkuat Pertanian Nasional, Kementan Beli Benih Padi IPB Rp250 Miliar

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah membeli benih padi hasil inovasi IPB University dengan nilai mencapai Rp250 miliar.

Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap para peneliti yang dinilai berkontribusi besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Amran menyampaikan bahwa kerja sama antara Kementan dan IPB telah terjalin sejak sekitar satu dekade lalu, tepatnya pada 2016–2017. Ia menilai berbagai inovasi yang dihasilkan IPB, khususnya varietas padi IPB 3S beserta turunannya, mampu memberikan hasil signifikan dengan produktivitas mencapai 9 hingga 11 ton per hektare.

“Ini bukan sekadar kerja sama biasa, tetapi bentuk penghargaan pemerintah kepada peneliti dalam negeri. Kita langsung lakukan pembelian dalam jumlah besar,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Gedung Science Techno Park (STP) Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah pada Kamis (9/4//2026).

Baca juga  Tidak Ada Tilang, Operasi Zebra Lodaya di Kota Bogor Kedepankan Teguran dan Edukasi

Menurut Amran, langkah serupa juga dilakukan terhadap sejumlah perguruan tinggi lain seperti Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Andalas. Produk riset yang dibeli difokuskan pada inovasi yang memberikan nilai tambah (added value) bagi sektor pertanian.

“Kami beli produk-produk yang bisa memberikan added value atau nilai tambah sektor pertanian. Produksi rata-rata nasional 5,5 ton sampai 6 ton, ini produk IPB bisa produksi 10 ton. Ini luar biasa, kami insyaallah IPB sanggup memenuhi tahun ini dengan nilai Rp250 miliar bibit padi,” jelasnya.

Selain komoditas padi, lanjut Amran, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan komoditas lain seperti bawang putih. Ia menargetkan masa dormansi bawang putih yang saat ini mencapai enam bulan dapat ditekan menjadi maksimal dua bulan, bahkan satu bulan, guna mempercepat siklus produksi

Baca juga  Pemuda Tani Kota Bogor Sambut Baik Langkah Pemerintah Turunkan Harga Pupuk

“Nah, ini juga bisa mendorong produksi nasional nanti. Nanti juga tapioka, kopi, dan seterusnya. Ini banyak kerja sama kami lakukan dan langsung kami tindak lanjuti, bukan lagi skala percobaan, tetapi skala besar,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet menjelaskan bahwa pengembangan benih padi IPB telah dimulai sejak 2015 melalui varietas IPB 3S. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan berlanjut ke varietas IPB 9G yang dinilai lebih siap untuk produksi massal.

“Potensinya bisa mencapai 11,6 ton per hektare, meski rata-rata saat ini masih di kisaran 8-9 ton. Untuk lahan kering (gogo), hasilnya masih sekitar 3-4 ton, namun akan terus ditingkatkan melalui pendampingan,” jelasnya. [] Ricky

Baca juga  Bima Pastikan 1 Desember Perumda Tirta Pakuan Punya Direksi Baru
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top