Penyataan Sikap PPI Turki Terkait Dinamika Politik di Indonesia
BOGOR-KITA.com, ANKARA – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki menyampaikan sikap resmi terkait dinamika politik di Indonesia, khususnya terkait dengan tragedi yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan saat aksi demo di Jakarta pada Kamis 28 Agustus 2025.
Affan Kurniawan meninggal dunia usai dilindas mobil kendaraan taktis Brimob yang tengah melintas dalam pengamanan demo di Jakarta.
Dalam pernyataan resminya, PPI Turki menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan mengecam dengan keras tindakan kelalaian yang menyebabkan peristiwa ini. Organisasi yang menaungi mahasiswa Indonesia di Turki ini menuntut penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan tidak tebang pilih.
“Tragedi kemanusiaan ini tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi pengingat bahwa demokrasi dan hak asasi manusia harus dijunjung tinggi,” ujar Ketua PPI Turki Naura Arifa dalam siaran pers diterima Jumat (29/8/2025).
PPI Turki juga menyerukan agar proses penyelidikan atas peristiwa ini diusut sampai tuntas dan dilanjutkan ke ranah hukum yang berlaku. Mereka juga mendesak agar hasil penyelidikan dibuka ke publik secara transparan.
“Kami PPI Turki berdiri bersama nilai demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan. Kami menolak untuk diam atas ketidakadilan tersebut dan menuntut penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” tegas Naura.
Dengan pernyataan ini, PPI Turki menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan dan demokrasi, tidak hanya bagi warga Indonesia di Turki, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara luas. [] Hari