Kab. Bogor

Pedagang Daging di Pasar Parung Mogok Jualan Selama 3 Hari

BOGOR-KITA.com, PARUNG – Harga eceran daging sapi di pasar – pasar tradisional alami kenaikan signifikan. Keterangan yang dihimpun redaksi, sudah dua minggu harga daging melonjak.

Kondisi ini membuat pedagang eceran sepi pembeli dan omset penjualan turun drastis. Di Pasar Senin Jakarta Pusat, para pedagang mulai mogok berjualan. Hal serupa juga terjadi di Pasar Parung Kabupaten Bogor.

“Kami dari Pasar Parung mengikuti demo mogok berjualan selama tiga hari dari tanggal 22 sampai tanggal 24, agar dapat penurunan harga,” ujar para pedagang daging di Pasar Parung, Kamis (22/1/2026).

Nur Rudi, salah satu pedagang daging di Pasar Parung mengungkapkan bahwa harga daging dari suplier naik sejak 2 minggu lalu. Hal ini berdampak pada omset penjualan.

Baca juga  Pemkab Bogor, TNI, Polri Aksi Bersama di Pasar Parung

“Karena harga terus naik, imbasnya pembeli berkurang, omset turun drastis. Kami harap harga daging bisa segera turun sehingga penjualan dapat normal kembali,” ungkapnya.

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Tata Usaha Unit Pasar Parung Etty Rusyati membenarkan jika harga eceran daging sapi di Pasar Parung sudah alami kenaikan selama dua minggu.

“Awalnya harga perkilo 120 ribu rupiah, tapi sudah dua minggu ini naik menjadi 130 ribu rupiah. Saat ini para pedagang masih tetap berjualan hanya habiskan stok,” ujarnya.

Etty menjelaskan, di area Pasar Parung saat ini ada sekitar 25 sampai 30 orang pedagang daging yang berjualan di dalam maupun luar pasar tradisional terbesar di utara tersebut.

Baca juga  Senyum, Bahasa yang Sama dari Semua Masalah

“Dari keluhan yang disampaikan pedagang, intinya mereka berharap agar harga daging bisa turun dan stabil. Mereka bilang aksi mogok berjualan akan dilakukan mulai besok, hari Jum’at hingga hari Minggu,” tukas Etty. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top