Kab. Bogor

Libur Lebaran, Pedagang di Puncak Sumringah

BOGOR-KITA.com, BOGOR— Sejak hampir sepekan, kawasan Puncak diserbu wisatawan. Kemacetan di kawasan ini pun menjadi pemandangan sehari-hari. Namun, kondisi tersebut membawa berkah bagi para pelaku usaha, khususnya pedagang makanan, minuman, dan oleh-oleh.

Salah satu pedagang oleh-oleh di Rest Area 88, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, mengaku dagangannya laris sejak dua hari setelah Lebaran hingga akhir masa libur.

“Alhamdulillah oleh-oleh yang dijual habis, ubi Cilembu, kremes, dodol hingga keripik laris,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Selain Agus, pedagang makanan dan minuman di Hotel Accram mengaku mengalami hal serupa. Kemacetan di Jalan Raya Puncak berdampak pada peningkatan jumlah pembeli di warungnya.

“Banyak yang makan dan ngopi di sini. Sejak hari kedua Lebaran hingga hari ini masih ramai,” ucapnya.

Baca juga  2.500 Atlet Kemenpora International Pencak Silat Championship 2025 Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Puncak keramaian pembeli terjadi pada hari ketiga Lebaran, tepatnya Senin (23/3/2026). Pada hari tersebut, makanan dan minuman di lokasi itu habis terjual.

“Biasanya saya tutup pukul 16.00 WIB, selama libur Lebaran harus tutup pukul 18.30 WIB karena masih banyak yang makan di sini,” terangnya.

Data Satlantas Polres Bogor mencatat sebanyak 324.356 kendaraan memadati kawasan Puncak. Angka tersebut belum termasuk kendaraan yang melintas melalui Jalan Raya Jenderal Hoegeng Ciawi maupun kendaraan roda dua yang keluar dari sejumlah jalur alternatif.

Puncak kepadatan arus lalu lintas terjadi pada Senin (23/3/2026), dengan total 94.449 kendaraan roda empat atau lebih yang melintas, baik menuju Puncak maupun arah sebaliknya. [] Danu

Baca juga  DPRD Jabar dan Pemprov Jabar Sepakati Perubahan KUA PPAS 2024
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top