Kota Bogor

Kunjungi Rekosistem, Dedie Rachim Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melakukan kunjungan ke fasilitas Rekosistem yang berlokasi di Jalan Raya Ciawi, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (26/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas diraihnya predikat Bogor Menuju Kota Bersih.

Dedie menegaskan bahwa arah kebijakan Pemerintah Kota Bogor dalam pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, seperti Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun konsep waste-to-energy (WTE), melainkan juga dimulai dari hulu.

“Pengelolaan persampahan itu bukan hanya urusan di hilirnya saja, bukan hanya urusan TPS atau waste-to-energy. Tapi bagaimana dari rumah tangga, kelompok masyarakat, terutama TPS 3R, bank sampah, serta para pegiat lingkungan ikut memilah dan memanfaatkan limbah yang masih punya nilai ekonomis,” ujar Dedie Rachim.

Dedie mengungkapkan, di Rekosistem Bogor ini terdapat instalasi pemilahan sampah yang menerima berbagai jenis sampah daur ulang, termasuk minyak jelantah. Minyak jelantah tersebut diketahui dapat diolah menjadi bahan bakar pesawat (avtur).

Baca juga  PDI P Optimistis Raih 12 Kursi DPRD Kota Bogor

“Ini sudah terjadi dan ada di Bogor. Insyaallah kalau ekosistem pengelolaan sampah ini terbangun, maka pengolahan sampah di Bogor akan lebih mudah ke depan. Saat nanti kita siap WTE dan listrik dari sampah dibeli PLN, masyarakat juga bisa memanfaatkan limbah menjadi nilai ekonomis tersendiri,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, Dedie juga turut mengajak para pegiat dan aktivis lingkungan untuk membangun kolaborasi dan kemitraan yang lebih terstruktur, mulai dari kejelasan alur distribusi sampah plastik, sistem pembelian, harga, hingga mekanisme penjemputan. Ia juga menyebut sistem aplikasi telah tersedia untuk mendukung tata kelola tersebut.

“Mudah-mudahan dengan ketemu di sini wawasan lebih luas dan tadi kita sama-sama membangun Bogor yang lebih bersih lagi,” harapnya.

Baca juga  Omnibus Law Disahkan, Pemkot Bogor Segera Tinjau Perda dan Perwali

Sementara itu, CEO dan Co-founder Rekosistem, Ernest Layman menjelaskan bahwa fasilitas di Bogor ini disebut sebagai Reko-Hub, yakni tempat pemulihan material daur ulang.

“Fokus utama kami ada dua, yaitu sampah plastik dan minyak jelantah. Tapi kami juga menerima material daur ulang lain seperti kardus, beling, logam, hingga sampah elektronik rumah tangga,” kata Ernest.

Ia menjelaskan, proses utama di Reko-Hub adalah pemilahan dan pengolahan awal agar setiap jenis sampah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pabrik sebagai bahan baku.

“Setelah dipilah, kami lakukan pengolahan sederhana. Minyak jelantah difilter dan diuji laboratorium agar kadar lemak, kelembapan, dan impurities sesuai standar pabrik. Begitu juga dengan botol plastik yang dipilah berdasarkan warna dan spesifikasinya,” jelasnya

Untuk saat ini, lanjut Ernest, Rekosistem menerima berbagai jenis sampah daur ulang tercampur seperti plastik, kertas, kardus, beling, logam, elektronik, dan minyak jelantah. Namun sampah organik dan residu belum dapat dikelola di fasilitas tersebut.

Baca juga  Lebaran Kedua Bima Sudah Kerja, Tinjau Pasar Kebon Kembang

Terkait kemitraan, Ernest menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan komunitas dan pelaku pengumpulan sampah seperti lapak, bank sampah, pengepul, serta warga yang sudah memilah sampah. Kehadiran Wali Kota Bogor diharapkan dapat memperluas kolaborasi dengan TPS 3R dan relawan lingkungan.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Diperlukan pergerakan dari hulu melalui edukasi, sistem yang adil, serta insentif harga yang jelas bagi masyarakat.

“Saat ini, kapasitas produksi Rekosistem mencapai 3 juta kilogram per tahun. Sejak beroperasi penuh pada September hingga kini, tercatat sekitar 870 ribu kilogram sampah telah berhasil didaur ulang,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top