Kota Bogor

Kunjungi Pasar Jambu Dua, Komisi IX DPR RI Pastikan Keamanan Pangan dan Stabilitas Harga

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Untuk memantau keamanan pangan dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri, Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Rabu (11/3/2026).

Kunjungan ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan bahan makanan yang aman, sehat, serta terjamin kualitasnya selama meningkatnya aktivitas konsumsi pada periode hari besar keagamaan.

Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengapresiasi capaian Pemerintah Kota Bogor yang berhasil meraih predikat Kota Aman Pangan. Ia juga menilai Pasar Jambu Dua sebagai salah satu pasar yang telah memenuhi standar keamanan pangan dan kebersihan, bahkan memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perindustrian dan pemerintah pusat.

Menurut Yahya, kondisi pasar menunjukkan sistem pengelolaan yang baik sehingga dapat menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.

Baca juga  Vaksinasi Booster Kota Bogor Rangking Satu di Jawa Barat

“Pasar Jambu Dua ini termasuk pasar modern yang memiliki standar keamanan pangan cukup baik, mulai dari kebersihan, keamanan, hingga kesehatan lingkungan pasar,” ujarnya.

Meski demikian, ia mencatat tingkat kepatuhan terhadap aturan keamanan pangan saat ini berada di angka sekitar 90 persen. Sisa 10 persen dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki oleh pemerintah daerah melalui pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi yang berkelanjutan agar pedagang maupun konsumen memahami bahaya penggunaan bahan berbahaya pada makanan.

Yahya juga mengingatkan bahwa apabila ditemukan pelanggaran yang membahayakan kesehatan, masyarakat perlu segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Jika ada kasus, harus langsung dilaporkan ke kepolisian karena ini menyangkut keamanan makanan yang berisiko bagi kesehatan. Kami masih menemukan kasus kecil seperti mie yang mengandung boraks, meskipun jumlahnya sangat minim,” jelasnya.

Baca juga  Revitalisasi Pasar Jambu Dua, Upaya Pemkot Bogor Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Selain keamanan pangan, Komisi IX DPR RI juga memantau stabilitas harga bahan pokok di pasar tersebut. Hingga saat ini, harga kebutuhan pokok di Pasar Jambu Dua masih terpantau stabil. Namun, Yahya mengingatkan kemungkinan kenaikan harga sekitar 5 hingga 10 persen yang biasanya terjadi menjelang hari raya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa predikat Kota Aman Pangan yang diraih Kota Bogor merupakan hasil kerja sama lintas sektor melalui pembentukan Satgas Keamanan Pangan.

Satgas tersebut melibatkan berbagai lembaga, termasuk kepolisian, BPOM, BPJS Kesehatan, serta Kementerian Kesehatan yang berperan dalam melakukan pengawasan dan pemantauan pangan.

Dedie juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memastikan keamanan produk pangan yang dibeli di pasar.

Baca juga  Pembangunan Pasar Jambu Dua Ditarget Selesai Desember

“Masyarakat bisa melakukan pengecekan sederhana, misalnya memperhatikan bau, warna, atau tanda-tanda mencurigakan pada makanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti pewarna tekstil,” katanya.

Ia menambahkan, jika masyarakat menemukan indikasi penggunaan bahan pengawet atau zat berbahaya, laporan dapat disampaikan kepada Satgas Keamanan Pangan atau diteruskan kepada BPOM untuk ditindaklanjuti.

“Jika ada kecurigaan terkait bahan pengawet, segera laporkan kepada Satgas atau kami teruskan ke BPOM,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top