Hujan Badai di Stadion Pakansari, Dipicu Awan Cumulonimbus
BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko-Cisarua menjelaskan penyebab hujan badai yang menerjang kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, dalam hitungan menit hingga merusak pepohonan dan sebagian atap stadion.
Kepala BMKG Citeko-Cisarua, Fatuhri, mengatakan fenomena tersebut dipicu oleh awan konvektif masif jenis Cumulonimbus. Awan ini terbentuk akibat pengangkatan uap air secara cepat karena pemanasan kuat atau dorongan massa udara lembap.
“Awan Cumulonimbus bisa menjulang hingga 9.000 meter dan mengandung energi kinetik serta potensial yang besar. Di dalamnya terjadi turbulensi dan muatan listrik statis yang dapat menimbulkan petir,” ujarnya.
Saat mencapai fase matang, awan tersebut dapat menurunkan hujan deras dalam waktu singkat. Butiran air di bagian atas awan dapat berupa es, lalu jatuh ke permukaan sebagai hujan lebat yang disertai angin kencang akibat fenomena downburst.
BMKG menjelaskan, kejadian ini bersifat lokal karena dipicu sel tunggal Cumulonimbus dengan radius hanya beberapa kilometer, namun berenergi besar.
Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Jawa Barat telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut. [] Danu
