Dompet Dhuafa Gelar Ruang Temu, Cipta Nuansa Baru Untuk Refleksi Diri Serta Menata Hati
BOGOR-KITA.com, JAKARTA -Masih dalam rangkaian Ramadan Kalcer, Dompet Dhuafa menghadirkan kegiatan bertajuk “Ruang Temu” sebagai ruang refleksi diri di bulan Ramadan. Kegiatan ini dirancang sebagai jeda dari ritme kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk melepaskan hal-hal yang selama ini mengganjal. Dikemas dalam konsep konser sunyi (silent concert), Ruang Temu menjadi aktivasi bagi para donatur Dompet Dhuafa. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (7/3/2026) di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.
Ruang Temu Dompet Dhuafa menghadirkan Aisyah Dahlan dan Panji Sakti. Mengusung konsep konser sunyi, para peserta mengikuti seluruh rangkaian melalui headphone yang dikenakan. Para peserta menyimak dengan khidmat setiap pesan reflektif yang disampaikan Aisyah Dahlan, sekaligus menikmati alunan musik khas dari Panji Sakti.
Perpaduan kata-kata yang menenangkan dan musik yang mengalun lembut membawa peserta larut dalam suasana hening. Sebuah ruang untuk menemukan ketenangan di tengah riuhnya kehidupan, menata hati, menjernihkan pikiran, serta menguatkan kembali makna perjalanan spiritual di bulan suci Ramadan.
Tingginya antusias masyarakat, membuat tiket pertunjukkan ini habis terjual 400 tiket lebih yang terdiri dari donatur Dompet Dhuafa dan masyarakat umum. Kegiatan dibuka dengan Pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan dengan sesi Ruang Sambut yang disampaikan oleh Etika Setiawanti, Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa.
Dalam Ruang Sambut, Etika menyebutkan kegiatan ini berbeda dari aktivitas sebelumnya yang menghadirkan makna yang mendalam bagi para peserta, tentang proses melepaskan beban batin, yang mungkin lebih dibutuhkan para peserta.
“Ini merupakan next level dari donor activation Dompet Dhuafa yang memberikan makna yang berbeda, dan manfaat yang berbeda dari yang biasa kita lakukan, kami mengapresiasi seluruh donatur yang sudah hadir dan sponsor yang juga mendukung acara ini,” ujar Etika.
“Ada Ruang untuk Tenang di Sini” adalah tema besar yang digagas untuk memberikan pemahaman tentang proses melepaskan beban batin.
Menurut Aisyah Dahlan, ada tiga langkah utama untuk kita dapat lebih berani menyadari dan mengungkapkan hal-hal yang selama ini dipendam, sekaligus belajar memohon pertolongan kepada Tuhan.
“Maka tadi saya juga sharing untuk menjadi ikhlas dengan 3M: Mengakui, Melepaskan atau Mengangkat dan Meminta, mudah-mudahan itulah salah satu ikhtiar bagaimana kita bisa sampai di level menerima sebuah peristiwa dan kita kembali menyerahkannya kepada Allah Taala, mudah-mudahan itulah yang disebut ikhlas dan Tawakaltu Alallah,”sambung Aisyah.
Pada sesi pamungkas, Panji Sakti tampil membawakan sejumlah lagu dengan petikan gitar khasnya yang mampu menghadirkan suasana hening dan syahdu. Alunan musik yang mengalir perlahan membuat para peserta larut dalam keheningan yang mendalam. Ketika ia membawakan lagu “Kepada Noor”, suasana pun berubah, suara para peserta mulai menggema dan secara serentak ikut menyanyikan penggalan lagu tersebut bersama-sama.
Kolaborasi antara Panji Sakti dan Aisyah Dahlan merupakan kolaborasi kebaikan, seluruh dana yang terhimpun dari penjualan tiket, akan dialokasikan kepada penyintas di Sumatra.
“Untuk saudara-saudaraku di Sumatra, semoga Allah anugerahkan kesabaran dan keikhlasan, semoga saya bisa ke sana, semoga saya bisa menyambagi teman-teman dan dan beraktivitas bersama teman-teman,” ucap Panji Sakti kepada Dompet Dhuafa.
Selama membawakan konser sunyi, Panji menuturkan ini adalah pertunjukkan dengan peserta terbanyak, memecah rekor bagi musisi asal Bandung tersebut.
“Kami sudah melakukan berkali kali konser sunyi,pake headphone dan ini pecah rekor bagi kami pribadi, penonton terbanyak, 400 lebih penonton jadi ini hari yang luar biasa,” tambahnya.
Hadir sebagai peserta, Ida Ruspita dan Mikayla menyampaikan antusiasnya menghadiri Ruang Temu. Bagi Ida, kegiatan ini sebagai sarana untuk terus mengingat Allah SWT.
“Sangat membuat kita damai, letak qalbu itu ada di jantung kita di belakang, ketika kita terus mengingat Allah dengan banyak berzikir, terus mengingat pencipta kita itu akan kebal lagi, jadi jangan sampai itu meninggalkan kita,” ucap Ida.
Sementara Mikayla menyebut, Ruang Temu sebagai ruang refleksi bagi diriya, mengingat kembali bagaimana perjalanan yang telah ia lalui selama ini.
