BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Proses aklamasi dalam pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar, ditentukan dari dukungan peserta musyawarah nasional (Munas).
Demikian dikatakan Politisi Partai Golkar dari di daerah pemilihan Jawa Barat II, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Disampaikan Ace, jika pandangan umum daerah dan organisasi pendiri Partai Golkar menyatakan dukungan kepada Airlangga Hartarto sebagai satu-satunya, itu menjadi dasar sidang paripurna selanjutnya untuk memberikan keputusan atas kecenderungan aklamasi.
Namun demikian, dirinya tidak ingin mendahului pemilik suara. Karena masih ada bakal calon ketua umum lain selain Airlangga yakni Ridwan Hisjam.
Bakal calon Ketua Umum Golkar tersisa dua setelah beberapa yang lainnya ada yang tidak memenuhi syarat dan ada yang mengundurkan diri.
Karena tersisa dua calon, maka aklamasi dapat terjadi manakala keseluruhan pemilik suara telah menyatakan dukungan kepada salah satu bakal calon, atau salah satu bakal calon tidak mencapai persyaratan 30 persen suara untuk ditetapkan sebagai calon ketua umum.
Dia menekankan jika memang misalnya tidak ada dukungan kepada Ridwan Hisjam, dan dukungan hanya diberikan kepada Airlangga, maka Airlangga yang harus ditetapkan sebagai Ketua Umum Golkar 2019-2024.[] Ipung