Awal Ramadan 1447 H, Gulirkan Bantuan Dompet Dhuafa Kirim Tim Kemanusiaan Ke Palestina
BOGOR-KITA.com, JAKARTA–Awal Ramadan 1447 H, Dompet Dhuafa menggulirkan sejumlah bantuan bagi masyarakat di Palestina, Gaza. Melalui ragam kebaikan masyarakat Indonesia, Dompet Dhuafa menyalurkan amanah langsung bagi warga Palestina. Bantuan berupa ifthar atau paket berbuka puasa serta santunan bagi hafiz maupun hafizah di Masjidil Aqsa. Dompet Dhuafa juga menyalurkan wakaf qur’an sebanyak 300 mushaf yang telah disalurkan ke Masjidil Aqsa awal Ramadan ini.
Sebelumnya Dompet Dhuafa secara resmi menerbangkan Tim Kemanusiaan menuju Yordania pada Senin lalu (9/2/2026). Pelepasan Tim Kemanusiaan untuk Palestina ini berlangsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa kali ini terdiri dari relawan medis dan kemanusiaan yang didampingi awak media dari Antara dan TV One, juga sejumlah Super Volunteer yang akan bergabung secara terpisah.
Dokter Pradipta Suwarsa, Relawan Medis Dompet Dhuafa dari Rumah Sakit Mata Achmad Wardi, turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka berangkat pukul 08:45 WIB dengan rute transit melalui Doha sebelum melanjutkan perjalanan ke Amman, Yordania, dan diperkirakan tiba pada tengah malam waktu setempat.
“Total perjalanan sampai kembali ke Indonesia sekitar sembilan hari,” ujar Dokter Pradipta.
Dalam misi ini, Dokter Pradipta bertugas sebagai koordinator tim. Ia menjelaskan bahwa fokus utama keberangkatan tersebut adalah menjaga konsistensi Dompet Dhuafa dalam memberikan dukungan kemanusiaan kepada warga Palestina, khususnya menjelang bulan suci Ramadan melalui kampanye Jaga Al-Aqsa.
Tim berencana memberikan layanan bantuan dan kesehatan di Yordania, mengingat tensi kawasan Timur Tengah yang masih tinggi. Dokter Pradipta sendiri akan memberikan pelayanan kesehatan mata serta edukasi kesehatan mata bagi masyarakat Palestina di pengungsian.
“Di Yordania saat ini sedang puncak musim dingin, suhu berkisar 6–8 derajat Celsius, bahkan lebih dingin di malam hari. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kesehatan, termasuk kesehatan mata,” jelasnya.
Misi ini menjadi pengalaman pertama Dokter Pradipta ke Palestina. Sebelumnya, ia pernah terlibat dalam misi kemanusiaan internasional di Cox’s Bazar, Bangladesh, pada akhir 2017. Saat itu, ia memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya bersama Indonesian Humanitarian Alliance dan lembaga kemanusiaan lainnya.
“Tapi kami serahkan sepenuhnya kepada Allah. Jika ditakdirkan masuk, kami akan lakukan yang terbaik. Jika tidak, kami tetap berbagi peran agar misi kemanusiaan dan doa-doa untuk Palestina terus berjalan,” ungkapnya.
Pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan Dompet Dhuafa untuk mendukung upaya respons dan pendampingan bagi masyarakat terdampak krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah terutama di Gaza, Palestina.
“Komitmen Dompet Dhuafa dalam membantu perjuangan rakyat Palestina itu terus dilakukan. Dalam satu pekan terakhir ini, kita telah mengikuti serangkaian kegiatan untuk perjuangan rakyat Palestina,” ucap Deputy Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi, saat melepas para personel kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan yang dimaksud mencakup beberapa agenda penting. Pertama, pelaksanaan FGD Asia Pasifik yang membahas endowment fund untuk pembangunan Gaza. Kedua, partisipasi dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina di Istanbul yang hingga kini masih berlangsung. Ketiga, ikut menggelar diskusi terbuka mengenai kontroversi Board of Peace dan keterlibatan Indonesia di dalamnya.
Tim yang diberangkatkan akan menjalankan serangkaian program bantuan, mulai dari distribusi logistik, dukungan layanan dasar, hingga penguatan pendampingan kemanusiaan bagi para penyintas, khususnya kelompok rentan. Yordania dipilih sebagai salah satu titik strategis penyaluran bantuan karena perannya sebagai wilayah penyangga bagi pengungsi dan korban konflik regional.
Dian Mulyadi menuturkan bahwa pemberangkatan personel ke Yordania ini juga dalam rangka menyambut Ramadan yang akan datang.
“Dompet Dhuafa telah menyiapkan paket bantuan melalui Kairo, Mesir, dan juga melalui Amman, Yordania. Yang terdiri dari paket kebutuhan pokok, selimut, baju hangat karena di sana lagi musim dingin. Kemudian juga alas tidur, air mineral, dan gandum,” terangnya.
