Kota Bogor

Lewat “NGOPI”, DPRD Kota Bogor dan POW Bahas Kepastian Sekretariat hingga Anggaran Pemberdayaan Perempuan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – DPRD Kota Bogor bersama Persatuan Organisasi Wanita (POW) Kota Bogor menggelar kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi organisasi perempuan untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari kepastian lokasi sekretariat hingga dukungan anggaran untuk program pemberdayaan perempuan.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah pengurus POW menyoroti kondisi sekretariat yang saat ini berada di lantai dua Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor. Lokasi tersebut dinilai kurang memadai, terutama bagi anggota lanjut usia (lansia) yang membutuhkan akses lebih mudah.

Anggota DPRD Kota Bogor, Hakanna, mengatakan kegiatan Ngopi Pintar menjadi ruang bagi pengurus organisasi perempuan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan tidak hanya menyangkut fasilitas sekretariat, tetapi juga perhatian terhadap lansia serta dukungan anggaran bagi kegiatan pemberdayaan perempuan.

“Banyak pertanyaan kritis yang disampaikan oleh pengurus POW yang bersinergi dengan masyarakat, mulai dari keberadaan gedung POW hingga pentingnya memfasilitasi lansia di Kota Bogor,” ujar Hakanna.

Baca juga  Pimpinan DPRD Kota Bogor Bakal Bentuk Pansus DPRD Ambruk

Ia mengatakan, kepastian lokasi kantor dan dukungan anggaran menjadi hal penting agar berbagai program yang diinisiasi organisasi perempuan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Hakanna menambahkan, pihaknya akan mendorong aspirasi tersebut melalui DPRD. Ia juga menyarankan agar POW menyampaikan surat resmi kepada Komisi I DPRD Kota Bogor untuk membahas kepastian lokasi sekretariat ke depan.

“Kami akan melihat kembali kemungkinan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah agar bisa menjadi solusi bagi POW,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor lainnya, Endah Purwanti, mengapresiasi antusiasme para pengurus POW yang menyampaikan aspirasi dalam forum tersebut.

Ia berharap kegiatan Ngopi Pintar dapat dilaksanakan secara rutin dengan tema pembahasan yang lebih spesifik, seperti pendidikan, kemasyarakatan, dan pemberdayaan anak. Dengan begitu, diskusi dapat berlangsung lebih terarah dan menghasilkan tindak lanjut yang sesuai kebutuhan.

“Apresiasi untuk teman-teman POW, saya berharap agar kegiatan dapat dirutinkan per tema seperti pendidikan, kemasyarakatan, dan pemberdayaan anak agar lebih fokus,” ucapnya.

Baca juga  Mardiyanto Sebar Ribuan Paket Daging Kurban di Bogor Selatan

Endah juga menyoroti pentingnya penguatan peran organisasi perempuan dalam kegiatan sosial, termasuk kunjungan ke panti asuhan serta program pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, ia mendorong sosialisasi aplikasi SIKABAH atau Sahabat Hibah Bansos Kota Bogor agar semakin banyak organisasi dan lembaga masyarakat mengetahui mekanisme pengajuan bantuan pemerintah.

Menurutnya, informasi mengenai hibah dan bantuan sosial perlu menjangkau berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga berbadan hukum, RT/RW, hingga kelompok masyarakat lainnya yang memenuhi persyaratan.

“Kita mendorong penguatan peran dan tugas fungsi POW dalam pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi aplikasi hibah bansos juga perlu diperluas agar semakin banyak organisasi yang mengetahui dan dapat memanfaatkannya sesuai ketentuan,” tutur Endah.

Ketua POW Kota Bogor, Dr. Hj. Dian Pintaningdyah, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya menaungi sekitar 78 organisasi perempuan dengan jumlah anggota kurang lebih 500 orang.

Menurut Dian, keberadaan sekretariat yang representatif menjadi kebutuhan penting untuk mendukung koordinasi kepengurusan, pertemuan anggota, serta pelaksanaan berbagai program organisasi.

Baca juga  DPRD Kota Bogor Dukung Raperda Pencabutan 7 Perda

Ia mengatakan, Gedung Wanita POW telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi selama sekitar 50 tahun. Namun, keterbatasan tempat saat ini menjadi salah satu kendala dalam menghimpun anggota untuk menjalankan kegiatan yang mendukung program pemerintah dan pemberdayaan masyarakat.

“Harapan kami, ada wadah atau tempat yang layak dari pemerintah dan DPRD agar para perempuan dapat terus beraktivitas dan berkegiatan,” ungkap Dian.

Dian menambahkan, POW Kota Bogor terus menyiapkan sejumlah program keterampilan bagi perempuan. Di antaranya kursus potong rambut gratis, kursus menjahit, serta pelatihan pembuatan aksesori.

“Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan perempuan sehingga memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” harapnya

Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekretariat serta mendukung keberlangsungan program-program pemberdayaan yang dijalankan POW.

“Anggota merasa terwadahi karena aspirasi mereka dapat disampaikan secara langsung kepada perwakilan DPRD, dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan di masa mendatang,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top