RS Nuraida Hadirkan Layanan Bayi Tabung Pertama di Kota Bogor
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Rumah Sakit (RS) Nuraida mencatat sejarah baru di bidang layanan kesehatan dengan menghadirkan program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung pertama di Kota Bogor.
Kehadiran layanan ini menjadi harapan baru bagi pasangan yang mengalami kendala kesuburan tanpa harus menjalani pengobatan ke luar negeri.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan RS Nuraida. Ia menilai, fasilitas bayi tabung tersebut didukung teknologi medis mutakhir serta tenaga dokter yang berkompeten di bidang fertilitas.
“Ini merupakan pencapaian luar biasa. Program bayi tabung sudah bisa dilakukan di Bogor dengan peralatan yang sangat canggih dan ditangani oleh dokter-dokter ahli,” kata Dedie usai meninjau fasilitas IVF RS Nuraida, Selasa (10/2/2026).
Dedie menegaskan, layanan IVF di RS Nuraida tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Bogor, tetapi terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Tak hanya menghadirkan program bayi tabung, lanjut Dedie, RS Nuraida juga meluncurkan layanan fertility preservation atau preservasi kesuburan sebagai teknologi terbaru dalam dunia reproduksi.
Sementara, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Nuraida, dr. Samsurizal, Sp.OG, K-Fer, menjelaskan bahwa layanan tersebut memungkinkan penyimpanan sel telur maupun sel sperma untuk digunakan di kemudian hari.
“Preservasi kesuburan sangat bermanfaat bagi perempuan yang ingin menunda kehamilan karena alasan karier. Kualitas sel telur akan menurun setelah usia 35 tahun, sehingga penyimpanan dini dapat menjaga kualitasnya,” ujarnya.
Selain itu, layanan ini juga menjadi solusi bagi pasien kanker yang harus menjalani kemoterapi atau radiasi, yang berisiko merusak sel telur. Dengan preservasi, sel telur dapat disimpan sebelum terapi dan digunakan kembali setelah pasien dinyatakan sembuh melalui metode embrio transfer.
Untuk mendukung layanan unggulannya, RS Nuraida menghadirkan tiga dokter konsultan fertilitas sekaligus. Selain IVF, rumah sakit ini juga mengandalkan layanan laparoskopi sebagai metode bedah minimal invasif.
“Dengan laparoskopi, sayatan operasi sangat kecil sehingga masa pemulihan pasien jauh lebih cepat dibandingkan operasi konvensional,” tutupnya. [] Ricky
