Nasional

Menteri LH Pimpin Bersih-bersih Lingkungan di Tangerang Selatan

BOGOR-KITA.com, TANGERANG SELATAN – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan unsur Forkopimda melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di sepanjang Jalan Serpong, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan pada Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh jajaran pemerintah pusat hingga daerah meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan kebersihan lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, arahan Presiden wajib didukung dan dilaksanakan secara konsisten dari tingkat pusat hingga daerah.

“Menyikapi arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, diminta kepada seluruh jajaran kita di pusat sampai daerah untuk meluangkan waktu paling tidak satu jam sebelum bekerja melakukan kegiatan kebersihan lingkungan. Hari ini kami bersama Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kajari, DPRD, dan Forkopimda hadir langsung untuk mengindahkan arahan tersebut,” ujar Hanif Faisol.

Baca juga  Indonesia Giving Fest 2022: Ekspose Kontribusi Gerakan Zakat

Menurut Hanif, Tangerang Selatan merupakan wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan dan heterogenitas masyarakat yang tinggi, sehingga pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, kewenangan penuh ada di tangan kepala daerah untuk mengatur dan menegakkan aturan kebersihan.

Hanif juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus mendukung langkah penertiban dan penegakan hukum, termasuk terhadap unit usaha yang tidak mengelola sampah dengan baik.

“Bapak Presiden telah menggelontorkan Gerakan Nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini wajib didukung untuk membangun budaya bersih sebagai prasyarat Indonesia menjadi negara maju,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan, aksi bersih-bersih ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun budaya bersih di tengah masyarakat.

Baca juga  Kolaborasi KemenKopUKM Indonesia-Korsel, Ciptakan Startup Inovatif Sekaligus Pendukung SDGs

“ni bukan sekadar kebersihan, tetapi membangun kesadaran individu dan kolektif agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kami butuh dukungan semua lapisan masyarakat,” kata Benyamin.

Benyamin menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan saat ini terus menggalakkan pembuatan lubang biopori, dengan target 20 ribu lubang dalam dua hingga tiga bulan ke depan, untuk menangani sampah organik rumah tangga yang mencapai 65 persen dari total sampah di Tangerang Selatan.

Selain itu, pengelolaan sampah anorganik akan diperkuat melalui bank sampah dan TPS 3R. Ia juga menegaskan akan menindak tegas pelanggaran aturan kebersihan.

“Jika masih ada pelanggaran, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha, akan kita lakukan penertiban, penegakan hukum, hingga sanksi pidana atau pencabutan izin sesuai Perda dan Undang-Undang yang berlaku,” tegasnya. [] Ricky

Baca juga  DMC Dompet Dhuafa Tanam Ribuan Mangrove, Cegah Dampak Terparah Abrasi Bagi Warga Pulau Mangare
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top