Kota Bogor

71 Batita di Bogor Selatan Terima Bantuan Intervensi Stunting

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi stunting melalui pelaksanaan kick off bantuan intervensi bagi bayi di bawah usia tiga tahun (batita) di Kecamatan Bogor Selatan.

Program yang bekerjasama dengan GAIN Indonesia dan Rumah Zakat ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Bogor dalam menurunkan angka stunting di Kota Hujan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa penanganan stunting di Kota Bogor dilakukan secara terstruktur dan konsisten.

“Kita terus istiqomah dan berikhtiar. Alhamdulillah, ikhtiar ini mendapat dukungan dari banyak pihak, mulai dari ASN, donatur, hingga pelaku usaha lokal dan internasional yang peduli terhadap pemenuhan gizi anak-anak stunting,” kata Jenal usai Kick Off Bantuan Intervensi Stunting di Kantor Kecamatan Bogor Selatan pada Selasa (3/1/2026).

Baca juga  Inilah Upaya Pemerintah Capai Target Prevalensi Stunting 14% di Tahun 2024

Jenal mengatakan, selain dari donatur, sumber bantuan juga berasal dari kontribusi sukarela ASN Kota Bogor yang disalurkan rutin setiap bulan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp250 ribu.

Selain itu, dukungan juga datang dari donasi dan program CSR mitra yang secara khusus difokuskan untuk pemulihan gizi balita di bawah tiga tahun.

Pada tahap awal di Bogor Selatan, Rumah Zakat bersama GAIN Indonesia menyalurkan bantuan kepada 71 anak stunting. Setiap anak menerima bantuan berupa 5 kilogram beras dan 4 kilogram telur per bulan selama enam bulan berturut-turut.

“Setelah sebelumnya berhasil membantu 18 anak stunting di Bogor Utara hingga lepas dari status stunting, kini intervensi difokuskan ke Bogor Selatan. Di wilayah ini tercatat ada 203 anak stunting, dan sisanya ditangani melalui bantuan sukarela ASN yang selama ini berjalan,” ujarnya.

Baca juga  Sekda Harapkan Kota Bogor Jadi Supermarket Inovasi

Jenal menambahkan, Pemkot Bogor juga mengembangkan aplikasi Besti (Bersama Tangani Stunting) sebagai sarana transparansi dan pemantauan. Melalui aplikasi tersebut, para donatur dapat memantau perkembangan anak yang menerima bantuan secara berkala.

“Donatur bisa melihat langsung progres anak, termasuk dokumentasi penyaluran dan konsumsi bantuan. Semua data diunggah oleh tim pendamping keluarga dan dimonitor oleh Tim Percepatan Stunting tingkat kecamatan,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemkot Bogor terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Saat ini, jumlah anak stunting di Kota Bogor tercatat sebanyak 1.491 anak, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.588 anak.

“Dengan kolaborasi yang terus terjaga seperti ini, saya optimistis angka stunting akan terus menurun, bahkan bukan tidak mungkin Bogor bisa mencapai zero stunting,” katanya.

Baca juga  2.022 Porsi Nasi Goreng Kebuli Dibagikan Gratis di Pos Polisi Tugu Kujang

Bogor Selatan, kata Jenal masih menjadi wilayah dengan jumlah anak stunting terbanyak, seiring dengan besarnya jumlah penduduk dan wilayah administratif.

“Bogor Selatan tercatat 203 anak stunting, disusul Bogor Barat dengan angka yang relatif tidak jauh berbeda. Insyaallah, dengan ikhtiar bersama, target penurunan stunting bisa kita capai,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top