Rumah Reyot Roboh, Lansia Sebatang Kara di Rumpin Butuh Uluran Tangan
BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Nasib pilu menimpa Jojon (70), seorang lanjut usia yang hidup sebatang kara di Kampung Ciaul, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Rumah tidak layak huni yang ditempatinya roboh akibat lapuk dimakan usia, Minggu (25/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Rumah berdinding triplek dan bilik bambu serta beralaskan tanah itu nyaris ambruk seluruhnya. Beruntung, Jojon selamat dari peristiwa tersebut lantaran sebagian bangunan masih tertahan oleh sebuah lemari tua yang menopang tiang rumah.
“Iya, kejadiannya hari Minggu subuh sekitar jam tiga. Alhamdulillah Pak Jojon selamat. Kami sangat berharap segera ada bantuan,” ujar Yanti, kerabat Jojon, saat ditemui Selasa (27/1/2026).
Yanti menuturkan, hingga kini belum ada bantuan resmi yang diterima korban. Bantuan baru datang dari warga sekitar secara seadanya. Kondisi keluarga pun disebut tak jauh berbeda secara ekonomi.
“Pak Jojon tinggal sendirian, keluarga juga sama-sama kesulitan,” katanya.
Diketahui, Jojon merupakan duda berusia 70 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung rongsokan. Ia telah hidup sendiri selama bertahun-tahun di gubuk reot yang beralamat di Kampung Ciaul RT 05 RW 06, Desa Sukasari.
Ketua BPD Sukasari, Ridwan Oling, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan Jojon sudah sekitar 10 tahun tinggal seorang diri di rumah yang sangat tidak layak huni.
“Rumahnya roboh dan kondisinya sangat memprihatinkan. Sampai sekarang belum ada bantuan resmi dari pemerintah. Baru ada pengecekan dari tim BPBD dan Babinsa Koramil Rumpin,” jelas Oling.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa, hingga Camat Rumpin agar segera dilakukan penanganan tanggap darurat.
“Saya sudah meminta agar ada penanganan cepat untuk korban,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Rumpin, Icang Aliuddin, menyatakan telah memerintahkan Pemerintah Desa Sukasari untuk segera turun tangan memberikan bantuan kepada Jojon.
“Saya sudah menegur keras dan memerintahkan Pemdes agar segera melakukan penanganan. Jika tidak dilaksanakan, saya akan turun langsung,” ujar Icang.
Ia memastikan dalam beberapa hari ke depan akan ada bantuan tanggap darurat. Selain itu, rumah Jojon akan diusulkan masuk ke dalam program perbaikan rumah tidak layak huni tahun 2026.
“Kami juga mengimbau seluruh desa untuk siaga terhadap potensi bencana, mengingat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini,” pungkasnya. [] Fahry
