Kota Bogor

Bogor Utara Disiapkan jadi Pusat Ekonomi Baru, Jalan R2 jadi Kunci Konektivitas

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa kawasan Bogor Utara merupakan wilayah strategis masa depan Kota Bogor.

Ia juga menyebut, bahwa Bogor Utara bukan sekadar wilayah pinggiran, melainkan gerbang historis kota yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan.

Hal itu disampaikan Dedie saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Utara yang digelar di
Aula Kebon Jati, Kamis (22/1/2026).

Menurut Dedie, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendorong percepatan pertumbuhan wilayah, salah satunya dengan kembali mengupayakan pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan R2. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas baru antara Kota Bogor dan kawasan Sentul.

Baca juga  Warga RW 7 Tanah Baru Hasilkan Rupiah dari Menabung Sampah

“Kita ingin Bogor Utara berkembang nyata, bukan hanya dilintasi. Jalan R2 menjadi salah satu kunci agar wilayah ini tumbuh sebagai pusat ekonomi baru,” kata Dedie.

Ia mengungkapkan, komunikasi intensif telah dilakukan dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Kabupaten Bogor. Harapannya, ke depan akses dari Sentul menuju Kota Bogor tidak lagi bergantung pada jalan tol, tetapi dapat ditempuh melalui jalur alternatif R2 yang terintegrasi.

Dedie menekankan pentingnya perencanaan matang dan sinergi lintas wilayah agar pertumbuhan kawasan tidak hanya dinikmati daerah sekitar, tetapi juga berdampak langsung bagi warga Kota Bogor.

“Jangan sampai kita hanya jadi penonton perkembangan wilayah perbatasan. Kita harus memastikan masyarakat Bogor ikut menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Baca juga  Anita Sampaikan Tiga Usulan di Musrenbang Kecamatan Tanah Sareal

Sementara itu, Camat Bogor Utara Riki Robiansah mengatakan, pada Musrenbang 2026 dan usulan RKPD 2027, Bogor Utara mengajukan sebanyak 228 usulan prioritas ke tingkat kota.

“Sebagian besar usulan masih didominasi bidang fisik, yakni 140 usulan. Ini berkaitan langsung dengan kondisi Bogor Utara yang rawan banjir,” jelas Riki.

Ia menuturkan, usulan fisik tersebut meliputi perbaikan dan pembangunan drainase, peninggian serta penguatan turap, hingga peninggian jembatan. Beberapa wilayah kelurahan, kata Riki, kerap mengalami banjir saat hujan deras dengan durasi panjang, meskipun umumnya bersifat sementara.

Selain penanganan banjir, lanjut Riki pembangunan Jalan R2 juga menjadi perhatian utama. Proyek tersebut ditargetkan mampu menghubungkan Bogor Utara hingga kawasan Sentul, Sukaraja, dalam kurun waktu empat hingga lima tahun mendatang.

Baca juga  LBH KBR Minta Polresta Bogor Tangani 4 Kasus yang Sudah Dilaporkan

“Targetnya nanti bisa tembus sampai kawasan SBY Center di Kelurahan Ciluar, yang berbatasan langsung dengan Sukaraja dan Sentul,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Jalan R2 direncanakan tersambung dari Jalan K.S. Tubun. Namun hingga kini, proses pembebasan lahan masih menyisakan beberapa bidang yang belum rampung.

“Tahun ini disiapkan anggaran Rp20 miliar untuk pembebasan lahan. Fokus awal di sisi selatan karena biayanya lebih ringan dibandingkan sisi utara yang membutuhkan anggaran lebih besar,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top