Anomali Salju Ekstrem di Kamchatka Rusia, Warga Terjebak di Rumah
BOGOR-KITA.com, RUSIA – Sebuah anomali cuaca ekstrem melanda Semenanjung Kamchatka di Rusia, mengubah wilayah itu menjadi lanskap salju raksasa yang mengurung penduduk dan melumpuhkan kota. Hujan salju luar biasa selama beberapa hari telah menyebabkan kolaps transportasi dan darurat utilitas publik. Di beberapa distrik di Petropavlovsk-Kamchatsky, ibu kota wilayah tersebut, tinggi gundukan salju mencapai lantai tiga dan bahkan empat bangunan, membuat pintu keluar gedung sepenuhnya tersumbat dan mengurung penduduk di dalam rumahnya selama berhari-hari. Pemandangan toko dan rumah yang tertimbun hingga ke atap membanjiri media sosial, mengubah kekaguman awal menjadi kecemasan akan situasi darurat yang sesungguhnya.
Pihak berwenang dan tim penyelamat terpaksa mengeluarkan peringatan yang terdengar tidak biasa: mereka melarang warga melompat keluar dari jendela ke dalam tumpukan salju yang dalam. Di balik timbunan salju setinggi beberapa meter itu, dapat tersembunyi tiang lampu, pagar, mobil, atau rintangan lain yang berbahaya. Risiko cedera parah, atau bahkan tenggelam dalam salju yang gembur, sangat nyata. Meski demikian, video orang melompat dari atap ke salju masih beredar dan menjadi viral. Pada Jumat lalu, tim penyelamat harus mengevakuasi seorang remaja yang terjebak setelah melompat dari atap pusat perbelanjaan, menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini.
Dampak dari dua siklon Okhotsk yang memengaruhi cuaca mulai melemah, tetapi situasi lalu lintas antar blok perumahan tetap sangat kritis. Status darurat telah diberlakukan di tingkat kota, seluruh layanan bus dibatalkan, dan sebagian besar penerbangan tertunda. Krisis logistik pun muncul karena akses ke banyak toko terhambat oleh timbunan salju, menyebabkan kelangkaan makanan lokal. Transportasi umum yang lumpuh total memaksa pemerintah setempat menggunakan kendaraan dinas bahkan mobil van tahanan untuk mengangkut penumpang dan pekerja.
Skala bencana ini tercermin dari data otoritas pengawas. Kejaksaan Wilayah Kamchatka telah meluncurkan 130 pemeriksaan terkait keluhan warga tentang kinerja layanan utilitas. Sejak 1 Januari, tercatat 19 kecelakaan terkait utilitas di wilayah tersebut. Tragisnya, dua orang tewas setelah tertimpa longsoran salju dari atap bangunan, dan pihak berwenang terus mengingatkan bahwa bahaya salju longsor dan es yang masih mengancam.
Menurut ahli meteorologi, situasi ini benar-benar di luar normal. Hanya pada 13 Januari, Petropavlovsk-Kamchatsky dihujani salju setara 50 milimeter presipitasi. Roman Vilfand, kepala ilmiah Pusat Hidrometeorologi Rusia, memperingatkan bahwa bahaya longsoran salju tetap ada dan angin kencang dapat menyebabkan badai salju serta perpindahan salju masif, berpotensi menimbun kembali area yang baru dibersihkan dalam hitungan jam. Di tengah semua ini, jaringan listrik dan pemanas di wilayah tersebut masih berfungsi tanpa pemadaman massal, namun para ahli mengakui bahwa ketahanan sistem ini tidak tak terbatas. Proses pembersihan salju dalam skala seperti ini diperkirakan akan memakan waktu minggu, bahkan berbulan-bulan.
Di tengah kekacauan akibat salju, masalah koneksi internet seluler menambah frustrasi warga. Pemerintah daerah baru saja mencabut pembatasan internet yang diberlakukan selama dua pekan. Meskipun akses secara resmi dipulihkan, banyak pengguna masih melaporkan gangguan. Ketidakmampuan mengakses aplikasi perbankan, memanggil taksi, atau layanan pemerintah daring dalam situasi darurat ini berubah dari sekadar gangguan menjadi masalah serius. Para ahli dan otoritas setempat mengakui bahwa wilayah itu menghadapi periode pemulihan yang panjang dan sulit, di mana ketahanan infrastruktur Kamchatka akan terus diuji oleh anomali musim dingin yang ekstrem ini. Peristiwa ini menjadi cermin bagaimana fenomena cuaca ekstrem dapat menguji batas ketahanan kota modern dan sistem pendukung kehidupan di dalamnya. [] Amy
