Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Achmad Ru'yat usai berkeliling mengunjungi korban bencana di sejumlah titik di Kabupaten Bogor, Jumat (3/1/2020).

Wakil Ketua DPRD Jabar Mention Ridwan Kamil Minta Tingkatkan Anggaran Bencana

BOGOR-KITA.com, SUKAJAYA –  Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar) Achmad Ru’yat kritisi anggaran dan bufferstock bencana Kabupaten Bogor. Ruyat langsung mention Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk segera meningkatkan anggaran.

“Anggaran bantuan logistik BPBD hanya Rp4,9 miliar, sangat jauh dari kebutuhan di masyarakat. Anggaran bufferstock di Dinsos tidak sampai Rp2 miliar. Makanya tadi saya langsung mention di instagram ke Pak Gubernur agar bufferstock dan anggaran BPBD ditingkatkan. Setidaknya bufferstock Dinsos Rp15 miliar,  logistik BPBD Rp50 miliar. Jadi ini penting untuk kebutuhan masyarakat supaya bisa dipenuhi,” kata Ru’yat usai mengujungi dan memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Kabupaten Bogor, Jumat (3/1/2020).

Politis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor ini, berkeliling meninjau ke sejumlah wilayah bencana.

“Kami sudah keliling tadi ke beberapa tempat baik di Nanggung, Cigudeg, kemudian Sukajaya, turun langsung menemani para pengungsi dan memberikan bantuan. Kemarin kami juga koordinasi dengan kepala BPBD Jabar Pak Supriatno, dan juga Dengan Dinsos.

Dinsos juga  turun langsung tadi ke Desa Sukamaju, Kacamatan Cigudeg memberikan bantuan,” kata Ruyat.

Dalam temu dengan korban bencana, Ruyat mengatakan, atas nama Pimpinan DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS menyampaikan duka cita atas musibah banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat pada khususnya dan Jabodetabek pada umumnya. 

Tentu ini menjadi evaluasi bagi para pengambil kebijakan terkait dengan pengelolaan pembangunan agar memperhatikan aspek keseimbangan lingkungan, di mana gunung, bukit, itu harus dijaga ruang terbuka hijau dengan tanaman tanaman peruntukkannya, tanaman keras.

“Menjadi bahan evaluasi secara komprehensif agar bergotong royong baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten di dalam menangani bencana di mana kerusakan akibat bencana berupa fisik seperti jembatan ambruk dan jalan rusak serta rusaknya tanah produktif seperti kebun dan sawah ini menjadi program,” katanya.

Ruyat mengatakan, dirinya melihat langsung di lapangan soal bantuan. “Ini menjadi evaluasi terutama Jawa Barat agar anggaran bufferstock di Tahun 2020, Dinsos maupun dana logistik BPBD ditingkatkan. Karena dengan anggaran yang ada masih jauh dari kebutuhan.

“Dan tadi saya langsung kirim mention instagram ke pak Ridwan Kamil agar ditingkatkan kebijakan anggaran untuk bufferstock dan logistik bencana. Meskipun kita tidak berharap ada bencana tapi antisipasi harus dilakukan,” kata Ruyat.

Selain itu, Ruyat menekankan pentingnya rehab kerusakan yang ditimbulkan bencana.

“Tentu memerlukan rehab kerusakan kerusakan yang luar biasa, hampir merata dan tentu ini harus menjadi prioritas,” katanya.

Dalam kesempatan itu Ruyat berkenaan berdialog dengan wartawan.  

Apakah bantuan di Bogor perlu ditambah?

Kami sudah koordinasi dan dari Dinsos kemarin sudah menyampaikan bantuan namun jumlahnya masih jauh dari kebutuhan sehingga harus ditingkatkan.

Masih ada beberapa desa yang terisolir, apa yang akan dilakukan?

Tadi kami turun ke Desa Harakat Jaya, Kecamatan Sukajaya, alhamdulillah ketemu dengan teman teman TNI Polri, mereka sudah bekerja dan menerobos jalan kaki dua jam yang memang tidak bisa ditembus.

Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat relawan yang luar biasa, non government, mereka datang berbondong bondong membantu masyarakat baik dengan bantuan makanan, pakaian, selimut, obat obatan. Saya lihat langsung itu tadi sangat dirasakan. Tinggal memang ke depan bantuan bantuan dari seluruh pihak didorong ke daerah daerah yang terisolir, terutama bilamana dana itu distok di daerah yang terjangkau kemudian didistrisibusikan oleh penanggungjawab dibuat gugus gugus bantuan.

Anggaran bantuan logistik BPBD hanya Rp4,9 miliar sangat jauh dari kebutuhan di masyarakat. Anggaran bufferstock di Dinsos tidak sampai Rp2 miliar. Makanya tadi saya langsung mention di instagram ke Pak Gubernur agar bufferstock dan anggaran BPBD ditingkatkan. Setidaknya bufferstock Dinsos Rp15 miliar,  logistik BPBD Rp50 miliar. Jadi ini penting untuk kebutuhan masyarakat supaya bisa dipenuhi. [] Hari

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *