Kota Bogor

Ulama dan Santri Dua Sisi Yang Tidak Dapat Dipisahkan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Ulama dan santri adalah satu paket atau ibarat dua sisi pada sekeping mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Di sana berlaku sisi ketaatan dan percaya atau yakin.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardiyanto dalam memperingati Hari Santri Nasional 2020.

Mardiyanto mengatakan seorang santri harus taat kepada sang kyai, selama ia taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

“Seorang pimpinan dalam hal ini sang kyai harus memercayai bahkan meyakini bahwa santrinya suatu saat menjadi generasi penerus yang lebih baik darinya, bahkan menjadi generasi terbaik di zamannya,” ucap Mardiyanto kepada BOGOR-KITA.com, Kamis (22/10/2020).

Ia mengaku sempat menjadi santri di sebuah pesantren di Kota Bogor. Meskipun hanya selama satu tahun lebih menjadi “santri kalong” (siang sekolah umum dan malamnya nyantri).

“Banyak pengalaman dan hikmah yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari hingga saat ini saat menjadi santri,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, di masa penjajahan, ulama dan santri bahu membahu memperjuangkan kemerdekaan. Contoh paling fenomenal adalah perjuangan Pangeran Diponegoro di tahun 1825-1830.

Baca juga  Ini Komentar DPRD Soal Ganti Rugi Lahan Flyover Martadinata Belum Dibayar

“Mereka berjuang melawan penjajah atas dasar mempertahankan hak dasarnya sebagai manusia serta melindungi sumberdaya yang memang dimilikinya. Ini sebenarnya merupakan implementasi dari nilai-nilai luhur yang mereka yakini,” jelasnya.

Namun, di masa pandemi ini ulama bersama para santri berjuang mempertahankan eksistensinya. Sebagian besar dipulangkan ke rumah. Berbulan-bulan harus tetap mempertahankan hafalannya serta amalan-amalan hariannya.

“Hal ini tentu berat sekali bagi mereka yang sudah terbiasa berada pada sistem dan bersama-sama dalam menjalankan aktivitas di pondok. Namun demikian, ini adalah proses yang harus dijalani demi mendapatkan hasil yang lebih baik dan mumpuni,” katanya.

Ia menambahkan, santri merupakan salah satu aset bangsa, ia pun berharap suatu hari nanti,  santri dapat mengambil peran di masyarakat sesuai dengan kompetensinya, berkontribusi secara maksimal serta beramal bersama menuju masyarakat yang gemah ripah loh jinawi. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − 5 =

Terpopuler

To Top