Nasional

Sebanyak 20 Juta Vaksin, Mulai Disuntikkan ke Masyarakat Januari 2021

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sebanyak 20-30 juta vaksin covid-19 buatan Sinovac Cina dijadwalkan akan sampai ke Indonesia pada tiga bulan ke depan dan menurut rencana pemerintah akan menyuntikkan vaksin tersebut ke masyarakat mulai Januari 2021.

Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo saat berjumpa dengan pimpinan media massa di Istana Bogor, Senin (31/8/2020).

“Kelompok pertama disuntik vaksin adalah para dokter dan tenaga medis. Kedua, TNI/Polri. Dan ketiga masyarakat, diutamakan kelompok yang rentan dan tinggal di zona merah. Semua suntikan untuk tahapan pertama ini dibiayai negara,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, vaksin dari Sinovac Cina datang dalam bentuk vaksin siap suntik dan bahan baku. Untuk yang masih bentuk bahan baku, akan diproses dan di-packaging di perusahaan farmasi BUMN Biofarma, menjadi vaksin jadi yang siap edar ke masyarakat, dan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Baca juga  Bill Gates Sebut SK Bioscience Mampu Produksi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19 per Tahun Mulai Juni 2021

Untuk masyarakat yang masuk kategori diutamakan, akan diminta datang ke pusat kesehatan milik pemerintah untuk disuntik gratis.

Kalau masyarakat ingin divaksin secara mandiri apakah bisa? Kemungkinan bisa. “Tapi berapa harganya, belum ditentukan. Kita belum tahu,” jelas Presiden.

Pemerintah untuk mengadakan vasin Covid 19 menjalani kerjasama dengan beberapa pihak. Menurut Presiden, tidak hanya dengan Sinovac dan Sinopharm dari Cina, tapi juga Uni Emirat Arab melalui G42 dan Astrazeneca – Oxford, Inggris. Semuanya telah melakukan pengujian vaksin di fase tiga, dan sesuai dengan standar internasional.

Menurut rencana, dalam setahun ke depan, vaksin akan disuntikkan kepada 70 persen masyarakat atau sebanyak 170 juta penduduk Indonesia. Presiden optimistis target ini bisa dipenuhi, dan disalurkan melalui fasilitas kesehatan pemerintah.

Baca juga  Universitas Rusia Sukses Selesaikan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Soal adanya pertanyaan menyangkut daya tahan vaksin di tubuh apakah sekali suntik untuk setahun? Presiden menjawab, soal ini masih dalam penelitian. “Apakah sekali seumur hidup atau harus diulang tiap 1-2 tahun, itu masih diteliti,” jelas Jokowi.

Sementara tentang nasib vaksin merah putih produksi dalam negeri, Presiden menjelaskan, saat ini tahapannya segera selesai dan diharapkan bisa diproduksi

oleh industri dalam negeri pertengahan 2021. Di tahun depan, Presiden mengatakan, produksi vaksin dalam negeri dan vaksin impor akan mencapai total 340 juta dosis. Kelebihan vaksin bisa dikirim ke negara lain yang membutuhkan.

Jokowi berharap, setelah vaksin diproduksi dan disuntikkan, masyarakat, utamanya kelas menengah atas, akan lebih percaya diri dan bisa beraktivitas kembali untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga  9.160 Dosis Vaksin Tiba di Kota Bogor, Vaksinasi Dimulai 14 Januari

“Sekarang ini banyak yang belum berani datang lagi ke mal, pusat perbelanjaan dan sebagainya. Setelah divaksin nanti, semoga bisa merasa aman dan kembali berkontribusi untukpeningkatan pertumbuhan ekonomi,” ujar Presiden.

Bagaimana dengan masyarakat kelas menengah bawah? Menurut Jokowi, lapisan ini sudah mendapatkan intervensi sosial dari Pemerintah selama beberapa bulan terakhir. Program pemerintah saat ini adalah terus mengkampanyekan pentingnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Utamanya bermasker. Pemerintah akan aktif kampanye gerakan bermasker sebulan ke depan. [] Anto

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top