Kota Bogor

Profil Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso

Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso resmi menjabat Kapolresta Bogor Kota menggantikan Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Acara pisah sambut digelar di IPB International Convention Center, Kamis (5/1/2023).

Bismo Teguh Prakoso sebelumnya menjabat Wakapolres Metro Jakarta Barat. Sebelumnya Bismo tercatat  menjabat Kapolres Majalengka.

Bismo lahir di Kediri, Jawa Timur pada 22 Februari 1980. Dia merupakan lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 2008. Bismo juga berpengalaman dalam bidang reserse.

Sejak menjabat Kapolresta Bogor Kota, Bismo menaruh perhatian khusus pada banyaknya rojali (rombongan jamaah liar) yang membuat konten dengan menghadang truk.

Terkini, Bismo memerintahkan Jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota melakukan sosialisasi pencegahan rojali melalui skema blusukan ke kampung-kampung.

Baca juga  Walikota Pembina Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

Titik pertama yang disambangi Satlantas Polresta Bogor Kota adalah Kampung Lebak Nangka, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan menjadi pada Kamis (12/1/2023) sore.

Bismo mengatakan, misi sambang kali ini merupakan upaya serius dari pihak Polresta Bogor Kota untuk meniadakan kasus rojali.

Sebelumnya, kejadian nahas menimpa sekelompok remaja yang disebut-sebut rojali saat mencegat truk demi sebuah konten di media sosial pada Kamis (5/1/2023) malam. Salah seorang remaja (20) dari kelompok tersebut tewas tertabrak truk yang melintas di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Bismo menjelaskan, pada kegiatan sosialisasi pencegahan rojali itu diikuti oleh para orang tua, tokoh pemuda serta remaja di lingkungan kampung tersebut, dimana notabene lokasi kampung merupakan tempat tinggal korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal saat membuat konten Rojali beberapa waktu lalu di jalan KH. Soleh Iskandar.

Baca juga  Pembangunan Jalan R3 Bakal Dilanjutkan Tahun Ini dengan Anggaran Rp5 M

“Fenomena Rojali ini tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh Polri beserta aparatur negara lainnya, namun juga perlu andil yang lebih besar dari orang tua, terutama dalam pengawasan Medsos dan pengetatan jam anak wajib berada di rumah,” ucap Bismo kepada wartawan pada Jumat (13/1/2023).

Ia berjanji akan terus memerintahkan jajarannya agar peristiwa serupa pada kasus Rojali tersebut tidak terulang kembali.

Bismo juga memberi perhatian khusus pada program Polisi Penolong seperti yang dilakukan Polresta Bogor Kota saat membantu seorang warga yang sedang kritis untuk dibawa ke rumah sakit. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top