Kab. Bogor

Pidato Mendikbud Nadiem Makarim Memberi Nuansa Segar untuk Guru

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Secara normatif, pidato Mendikbud bagus, karena memberi nuansa segar perihal fungsi dan tugas Guru, dikaitkan dengan perkembangan lingkungan, disrupsi teknologi dan kebutuhan aktual dari industri. Beliau kan bisa digolongkan “milenial”, sehingga pandangannya juga berangkat dari apa yang dialami sepanjang proses hidupnya, apalagi ada role model dari bisnis yang digelutinya. Mengutip Alan Webber (co founder Fast Company), they come with fresh eyes, open minds and instant links to the technology of our future.

Hal ini dikemukakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan (FE Unpak) Bogor  Dr Hendro Sasongko kepada BOGOR-KITA.com, Minggu (1/12/2019)  menanggapi pidato Mendikbud Nandiem Makarim yang dibacakan Bupati Bogor Ade Yasin pada Hari Guru

Tingkat Kabupaten Bogor, di Lapangan Tegar  Beriman, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (26/11/2019) pagi.

Dalam pidato itu antara lain dikatakan,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.

Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas.

Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Dr Hendro menambahkan, demikian pula bagaimana pola pikir solusi atas masalah dan atau kendala yang dialami dunia pendidikan saat ini.

Baca juga  Dekan FE Unpak: Kembangkan UKM, Pemkab Bogor Jangan Lupakan e-Marketing

“Ingat juga Einstein bilang problems can not be solved with the same mindset that created them. Jadi Beliau lakukan upaya terobosan,” kata Dr Hendro.

Tantangan terbesar, imbuh Hendro,  bagi Beliau adalah, Beliau membawahi lembaga yang sangat berperan dalam pembangunan pendidikan dan karakter bangsa, jadi pedoman atau norma norma luhur, harus tetap dijaga. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 19 = 28

Terpopuler

To Top