Hukum dan Politik

Pesan Diberikan kepada Erdogan oleh Rakyat Turki dalam Pilkada Serentak: CHP Peringkat Pertama, AKP Kedua

Erdogan / Foto TCCB.GOV.TR

BOGOR-KITA.com, ANKARA – Rakyat Turki pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menentukan para pemimpin lokalnya dalam pilkada serentak 31 Maret 2024.

Berdasarkan hasil yang belum pasti, Partai Rakyat Republik (CHP) memenangkan suara terbanyak di 35 kota di seluruh Turki. Sementara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) untuk pertama kalinya sejak pendiriannya pada tahun 2001, menduduki tempat kedua dalam perolehan suara.

CHP berhasil merebut kendali pemerintahan lokal di banyak kota penting seperti Ankara, Istanbul, Izmir, Bursa, dan Antalya dari Partai Presiden Erdogan, AK Parti.

Jika melihat persentase suara yang diperoleh partai-partai secara keseluruhan di Turki, CHP mendapatkan 37,7%, AK Parti mendapatkan 35,5%, dan Partai Kesejahteraan Kembali atau Yeniden Refah Partisi (YRP) mendapatkan 6,2%. Dengan hasil ini, CHP berhasil menjadi partai teratas di Turki setelah tahun 1977.

CHP memenangkan 35 kota, AK Parti memenangkan 24, MHP 8, DEM Parti 10, Partai Kesejahteraan Kembali (YRP) 2, dan Partai Baik (IYI) hanya memenangkan 1 kota.

Presiden Republik Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pernyataan di Kantor Pusat AK Parti terkait hasil pemilihan. Dalam pidatonya, Erdogan menyatakan bahwa demokrasi Turki menang, dan mereka menghormati kehendak rakyat serta akan mendukung semua pemimpin lokal.

Baca juga  Bacalon Wali Kota Bogor Aji Jaya Bintara Mulai Sosialisasi Program

Erdogan menyatakan bahwa mereka akan melakukan introspeksi diri terhadap penurunan dalam hasil pemilihan lokal ini dan akan bekerja keras untuk memperbaiki situasi tersebut. Dia juga menyatakan bahwa dalam empat tahun ke depan, pihaknya akan bekerja keras untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dan untuk meningkatkan kesejahteraan negara.

Dari semua ini, dapat disimpulkan bahwa para pemilih telah memberikan peringatan yang serius kepada partai Erdogan, AK Parti.

Di Turki, ketidakpuasan masyarakat muncul karena manajemen ekonomi yang buruk selama pandemi Covid-19, diikuti oleh dampak buruk dari gempa bumi besar pada tanggal 6 Februari 2023.

Jika pada pemilihan presiden dan parlemen pada tanggal 14 Mei 2023 dan 28 Mei 2023, ada kemajuan dalam bidang teknologi dan industri pertahanan nasional, namun masyarakat tidak bahagia karena kondisi ekonomi yang sulit.

Namun, meskipun merasa tidak puas, masyarakat percaya bahwa tidak ada kandidat lain yang bisa memimpin negara dengan lebih baik daripada Recep Tayyip Erdogan, sehingga mereka tetap memilih Erdogan dan membuat AK Parti menjadi partai teratas.

Meskipun Erdogan mengambil langkah-langkah penting untuk memperbaiki ekonomi setelah pemilihan tersebut, tetapi dalam waktu singkat setelah satu tahun, pemulihan yang diharapkan tidak tercapai. Sebelum pemilihan lokal tahun 2024, Erdogan menyatakan dalam pidatonya bahwa mereka akan berusaha untuk memecahkan masalah tersebut dalam periode berikutnya. Namun, karena pemulihan ekonomi tidak terjadi setelah pemilihan tahun 2023, rakyat Turki memberikan peringatan pada pemilihan lokal tahun 2024, dan hasilnya jelas. Setelah pemilihan tersebut, Erdogan menyatakan dalam pidatonya bahwa mereka telah mendengarkan peringatan dan akan bekerja lebih keras untuk mencapai yang lebih baik.

Baca juga  Lewat Telepon, Jokowi Bahas Kerjasama Penanganan Covid-19 dengan Erdogan

Salah satu hal yang bisa diperhatikan dari situasi ini adalah pesan peringatan yang disampaikan oleh para pemilih. Hasil pemilihan seharusnya dianggap sebagai kegagalan AK Parti daripada kesuksesan CHP sebagai partai teratas. Pemimpin CHP menyadari hal ini dan menyatakan bahwa mereka akan bekerja lebih keras untuk menjaga dukungan yang diberikan kepada mereka.

Salah satu perkembangan penting dalam pemilihan ini adalah Partai Kesejahteraan Kembali (YRP) menjadi partai ketiga. Mari kita mengenal Partai Kesejahteraan Kembali (YRP). Partai Kesejahteraan Kembali didirikan pada tahun 2018 oleh Fatih Erbakan. Fatih Erbakan adalah putra dari almarhum Necmettin Erbakan, yang pernah menjadi ketua umum di Partai Kesejahteraan Nasional, tempat Recep Tayyip Erdogan memulai karir politiknya.

Para pemilih AK Parti yang tidak puas dengan kondisi ekonomi memberikan suara kepada partai lain dalam pemilihan ini. Banyak warga yang tidak ingin memberikan suara kepada AK Parti karena situasi ekonomi yang ada, sehingga mereka memberikan suara kepada Partai Kesejahteraan Kembali (Yeniden Refah Partisi YRP). Meskipun merupakan partai yang baru didirikan, Partai Kesejahteraan Kembali berhasil mengalami kenaikan yang signifikan dalam pemilihan ini dengan perolehan suara dan kemenangan dalam beberapa kota. Namun, untuk menjaga perolehan suara mereka, Partai Kesejahteraan Kembali harus bekerja keras.

Baca juga  Jokowi Bertemu Erdogan di Roma, Bahas Kunjungan ke Indonesia

Jika Presiden Recep Tayyip Erdogan dan kader-kader AK Parti bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang baik dan menciptakan kesejahteraan ekonomi di negara ini, maka kemungkinan positif akan terjadi pada pemilihan selanjutnya untuk Erdogan dan AK Parti.

Partai dan individu yang akan mencalonkan diri dalam pemilihan selanjutnya di Turki harus bekerja keras selama periode empat tahun tanpa pemilihan. Periode empat tahun ini sangat penting bagi Turki untuk mengalami perkembangan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, politik, pendidikan, kehidupan sosial, industri, dan teknologi. Kami melihat bahwa persaingan semakin ketat. Persaingan ini harus dimanfaatkan secara positif untuk kepentingan Turki dan wilayah Islam. Semoga pemenangnya adalah Turki dan wilayah Islam. [] Mehmet Tugay Aldemir/Hari Pebriantok

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top