Hukum dan Politik

Perlindungan Hukum Tiktoker Dari Perbuatan Unggah Ulang Pihak Lain Tanpa Izin

(Oleh : Farahdiny Siswajanthy, S.H., M.H)

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Perlindungan karya cipta video kreatif content creator Tiktok yang diambil tanpa izin melalui media sosial untuk kepentingan komersil berdasarkan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hak moral adalah hak yang harus tetap dilekatkan secara abadi pada hasil ciptaan yang dilahirkan oleh pencipta, yang pada dasarnya dilakukan untuk menghormati kreativitas pencipta dengan mencantumkan namanya dalam hasil karya cipta.

Hak ekonomi merupakan hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaannya.

Dalam praktiknya banyak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna akun instagram dengan mengunggah ulang video kreatif content creator Tiktok tanpa izin kepada penciptanya.

Maraknya pelanggaran hak cipta terhadap video kreatif content creator Tiktok yang dilakukan oleh pihak lain, menghambat perkembangan kreativitas dalam bidang sinematografi dan menurunnya pendapatan kepada pencipta.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ciptaan karya video kreatif yang diciptakan di lindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sepanjang pihak yang bersangkutan dapat membuktikan bahwa hasil karyanya adalah ciptaannya.

Dalam terms of service yang ada di Tiktok sudah ada perlindungan hak cipta dengan memberikan lisensi non eksklusif kepada karya yang diunggah oleh penciptanya.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui suatu kebenaran dan kenyataan hukum yang terjadi di dalam masyarakat.

Baca juga  Atasi Persoalan Anak Jalanan, Bima Arya Bakal Terapkan Sistem Orangtua Asuh

Hubungan hukum antara content creator Tiktok dengan pengguna akun instagram akan lahir bila adanya perjanjian yang berdasarkan kontrak seperti yang telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Sanksi yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 telah mengatur sanksi terhadap pelanggaran hak cipta. Untuk penyelesaian sengketa dapat melalui litigasi maupun non litigasi. Gugatan hak cipta bisa dilakukan kepada Peradilan Niaga. Sebaiknya gugatan dilakukan setelah adanya putusan pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Dalam mengambil video kreatif content creator Tiktok pengguna instagram seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada content creator Tiktok.

Dalam proses penelitian ini setidaknya kami menemukan setidaknya 3 benang merah utama yang dapat kami simpulkan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan dan subyek penelitian yang diambil data secara langsung, diantaranya pertama Perlindungan hukum bagi content creator Tiktok yang karyanya diunggah ulang tanpa izin, perlindungan hukum terhadap hak cipta karya sinematografi yang diunggah tanpa izin di media sosial Tiktok adalah terhadap pencipta atau pemegang hak cipta dalam Undang-Undang Hak Cipta diberikan hak moral dan hak ekonomi.

Yang apabila ada yang melanggarnya, maka akan diberikan hukuman sesuai dalam pasal dalam Pasal 113 ayat (3) Undang-Undang Hak Cipta, dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi seorang pencipta dengan melakukan penerbitan, penggandaan, pendistribusian dan pengumuman sebuah ciptaan untuk penggunaan secara komersial mendapat hukuman paling lama pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebanyak Rp. 1.000.000.000,00.

Baca juga  KWT Puspa Sari Cimanggu Permai Juara II Tingkat Jawa Barat

Namun dalam pelaksanaannya, alangkah lebih baik lagi tetap memperhatikan hak moral dari seorang pemegang hak cipta dengan apabila membuat konten dengan meng-upload karya sinematografi content creator untuk mencantumkan nama pemegang hak cipta ke dalam konten yang dibuat oleh pengguna aplikasi Tiktok untuk lebih menghargai dari keberadaan sang pemegang hak cipta.

Padahal dalam aplikasi Tiktok juga terdapat hubungan hukum antara pengguna aplikasi Tiktok dengan pemegang hak cipta adalah perjanjian hubungan kerjasama dalam perjanjian yang mengikat secara sah yang berbentuk klausula baku dalam term of service aplikasi Tiktok yang mengharuskan pengguna aplikasi menerima ketentuan dalam term of service dan mematuhinya tertuang dalam perjanjian user generated content dan terhadap suatu pelanggaran hak cipta tertuang pula dalam intelectual property policy tentang copyright infringement.

Dijelaskan dalam klausula yang ada di intelectual property policy bahwa pihak aplikasi Tiktok tidak mengizinkan pengguna aplikasi Tiktok untuk membuat konten yang melanggar hak cipta dan akan mengakibatkan pelanggaran kebijakan aplikasi Tiktok.

Kedua Permasalahan dalam pengunggahan ulang content creator Tiktok oleh pihak lain dan bagaimana upaya penyelesaian permasalahannya.

Permasalahan hak cipta yang terjadi pada aplikasi Tiktok adalah bentuk pemanfaatan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan kerugian terhadap pencipta atau pemegang hak cipta. Permasalahan dalam pengunggahan ulang video pendek atau video kreatif yang dibuat oleh creator seperti dialami oleh banyak content creator khususnya yang menciptakan karya video pendek Tiktok.

Baca juga  Niat Hati Cari Aman, Nurhayanti Justru Bisa Dilengserkan

Permasalahan berawal dari pemilik akun @Septriandivasaras salah satu content creator asal Kota Bogor yang membagikan perjalanan pola hidup sehatnya melalui video Tiktok yang dia unggah sendiri di akun Tiktok nya, mengalami suatu tindakan pembajakan terhadap video Tiktok. Video Tiktok yang dimiliki oleh creator tersebut disebarkan dan dijadikan video testimoni obat pelangsing yang dimana hal tersebut di luar izin creator dan creator tersebut tidak pernah menggunakan obat pelangsing tersebut.

Oleh pihak pelanggar di upload ulang di platform Instagram seakan-akan iklan tersebut sangat meyakinkan dan pelanggar mengupload ulang video tanpa mencantumkan nama akun creator.

Ketiga Bahwa pihak aplikasi Tiktok menyerahkan segala urusan dan tidak bertanggung jawab apabila terdapat permasalahan terutama pada bidang hak cipta diantara pengguna aplikasi dengan pemegang hak cipta itu menjadi permasalahan antara di antara kedua belah pihak dikarenakan sebelumnya sudah tertuang pada klausula yang dibuat oleh aplikasi Tiktok dalam bentuk user generated content.

Upaya penyelesaian yang dapat dilakukan oleh pemegang hak cipta terhadap pelanggaran hak cipta atas permasalahan dalam pengunggahan ulang video pendek sebagaimana diatur dalam Pasal 95 – Pasal 109 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dapat dilakukan melalui non litigasi (melalui di luar pengadilan) atau litigasi (melalui lembaga pengadilan).

Pengadilan yang berwenang memeriksa dan mengadili adalah pengadilan niaga sebagaimana diatur dalam pasal 95 ayat (2) Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014.

Ikuti Bogorkita di Google News

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top