Bumdes Warujaya saat ini telah memiliki unit usaha di bidang perdagangan dan jasa, berupa percetakan dan konter pulsa.

Menilik Eksistensi Bumdes di Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, PARUNG – Pada saat ini, sejumlah pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Bogor telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang secara umum diharapkan mampu membantu pemberdayaan masyarakat desa sekaligus memberi kontribusi adanya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Dari sekian banyak Bumdes di Kabupaten Bogor, adapula Bumdes yang telah berdiri, tapi belum maksimal dalam manajemen dan kinerja. Bahkan ada beberapa pengelola Bumdes justru bermasalah. “Bumdes harus dikelola secara profesional, kreatif/inovatif, transparan dan akuntabel. Setiap penyelewengan pasti akan ada sanksinya,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi, Kamis (24/9/2020).

Dia menegaskan, pihaknya terus mengawal dan memantau keberadaan Bumdes di setiap desa. Pihak DPMD, lanjutnya, terus melakukan pendampingan dan pembinaan terkait peningkatan kapasitas manajemen dan sumber daya manusia, bekerjasama dengan pemerintah kecamatan. “Keberadaan Bumdes harus mampu membantu pemdes dalam ikut meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat desa,” tandasnya.

Sementara Camat Parung Yudi Santosa mengatakan, di wilayahnya sudah ada beberapa Bumdes yang berjalan, di antaranya di Desa Waru dan Parung ada pengelolaan Bank Sampah, di Desa Cogreg dan Bojong Indah bergerak di bidang pariwisata, serta Desa Warujaya¬† dan Pamagersari bergerak di bidang perdagangan dan jasa. “Kami membantu memfasilitasi dan memaksimalkan potensi usaha. Selain itu, bersama pendamping desa, kami juga membantu adanya peningkatan manajemen usaha,” jelas Yudi Santosa.

Baca juga  Ade Yasin Diyakini Bisa Sejahterakan Rakyat Bogor Secara Revolusioner

Sedangkan Kepala Desa Warujaya, Udin Syamsudin, membenarkan jika pihaknya telah memiliki Bumdes yang bergerak di bidang jasa perdagangan. “Iya di desa kami sudah ada Bumdes, bergerak di bidang usaha perdagangan. Kami telah berikan penyertaan modal pada tahun 2019 lalu dari Dana Desa sebesar 40 juta rupiah,” ungkapnya.

Sedangkan Asep Sopian, Kepala Unit Usaha Percetakan dan Konter Bumdes Warujaya, mengatakan, usaha Bumdes tersebut berjalan lancar dan terus ada peningkatan. Dia mengatakan, kegiatan usaha tersebut dikelola oleh warga Desa Warujaya sebagai bentuk pemberdayaan. “Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kami juga membuat laporan keuangan tahunan. Semoga usaha ini bisa terus berkembang,” cetusnya. [] Fahry



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *