Mahasiswa Tuding Kajari Kota Bogor Tutup Mata Soal Amaroossa

BOGOR-KITA.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bogor berunjuk rasa menuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor menuntaskan persoalan Hotel Amaroossa serta mafia perizinan yang dikhabarkan marak di Kota Bogor, Jumat (31/10). Unjuk rasa yang dilakukan pukul 14:00 WIB di depan Kantor Kajari Bogor itu diselingi dengan aksi pembakaran ban. 

Koordinator Lapangan PMII Cabang Kota Bogor, Zihad Muhazir Zain mengatakan, sekarang Kota Bogor semerawut dan tidak lagi bias dikatakan Kota beriman.

“Dulu Kota Bogor memang terkenal sebagai kota beriman, tapi sekarang menjadi kota termacet, kota semerawut, dan kota di mana banyak mafia perizinan. Kami berunjuk rasa, karena kejaksaan tak kunjung mengusut tuntas,” kata Zihad kepada PAKAR.  

Sebagai aparatur negara di bidang penegakan hukum, kejari seharusnya berpihak kepada masyarakat kecil, terutama menangani mafia perizinan seperti Hotel Amaroossa yang masih berdiri berhadapan dengan Tugu Kujang.

“Sekarang Tugu Kujang seakan-akan menjadi kecil dan mini, karena di  sebelahnya ada Hotel Amaroossa yang tegak berdiri. Itu bukti nyata pemkot tak becus melayani rakyat,” tandasnya.

Kejari harus mengusut tuntas permasalahan Hotel Amaroossa “Hotel Amaroossa membuktikan bahwa  Kota Bogor yang diwarnai sejumlah pelanggaran tetapi dibiarkan, membuktikan Kota Bogor bukan lagi kota beriman.  Seharusnya pemkot mencabut izinnya, tapi sampai sekarang masih berdiri dan itu tandanya Kepala Kejari tidak mengusut tuntas masalah  Amaroossa ini,” kata dia. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *