Kementan gandeng 6 universitas dalam pengembangan diversifikasi pangan lokal dan pendampingan kegiatan pekarangan lestari.

Kementan Gandeng IPB dalam Pendampingan Pekarangan Pangan Lestari

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) menggandeng IPB University bersama lima perguruan tinggi lainnya di Indonesia dalam rangka pengembangan diversifikasi pangan lokal dan pendampingan kegiatan pekarangan lestari. Selain IPB University, lima perguruan tinggi lainnya adalah Universitas Lampung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan kerjasama ini merupakan kerjasama lanjutan yang bertujuan memperkuat diversifikasi pangan lokal melalui pekarangan pangan lestari. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki teknologi dan inovasi yang harus diterapkan di masyarakat agar dapat meningkatkan penyediaan pangan.

“Kerjasama ini insyaAllah dapat menjadi percontohan dalam membangun mindset tentang pekarangan pangan lestari serta diversifikasi pangan. Sebenarnya lahan di sekitar kita sangat potensial untuk menanam buah-buahan, sayur-sayuran bahkan peternakan. Ini semua sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang cukup bagi masyarakat Indonesia,” ujar Mentan Syahrul saat menghadiri penandatanganan kerjasama dengan enam perguruan tinggi.

Terkait kepercayaan Kementan kepada IPB University ini, dalam keterangan pers diterima BOGOR-KITA.com, Rabu (5/8/2020) Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Dr Drajat Martianto  mengatakan bahwa kerjasama ini memiliki manfaat  multidimensi.

Baca juga  IPB Sudah lama Rintis Kampus Desa di Kabupaten Bogor

Pertama, pelibatan mahasiwa sebagai pendamping lapang dalam pengelolaan program pekarangan pangan lestari dalam jangka pendek dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pekarangan melalui penerapan pendekatan dan teknologi mutakhir yang dikembangkan perguruan tinggi.

Kedua, penempatan mahasiswa sebagai pendamping di domisili masing-masing selama satu semester disamping sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar juga mendorong mahasiswa untuk berkontribusi membangun daerahnya di sektor pertanian-pangan dan diharapkan nantinya mahasiswa dapat pulang ke daerahnya melanjutkan perjuangan yang telah dirintis bersama masyarakat setempat  melalui program ini.

Ketiga, dengan pengalaman IPB dalam program OVOC (one village one CEO) diharapkan mahasiswa tidak hanya mendampingi masyarakat dalam proses produksi (on farm) tetapi juga mendekatkan masyarakat dengan konsumen dan offtaker.

Dengan demikian diharapkan program pekarangan pangan lestari akan benar-benar lestari karena masyarakat mendapatkan manfaat jangka panjang tidak hanya terhadap penyediaan pangan tetapi juga peningkatan pendapatan. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *