Nasional

Inovasi Mahasiswa Unhas: Bantal TMJ Relaxation Eco-Friendly untuk Meningkatkan Kualitas Tidur dan Meredakan Nyeri TMD

Oleh: Nabila Ramdani (Ketua Kelompok) Muhammad Refal Akbar, Al Ghumaisha, Ahmad Ghazalli Darwis, dan Andi Muhammad Irsyad Baso, didampingi oleh drg. Nursyamsi, M.Kes.

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Temporomandibular joint (TMJ) yang disebut juga sendi rahang merupakan persendian yang menghubungkan antara rahang bawah dengan rahang atas. Adanya gangguan pada sendi atau salah satu otot di sekitar TMJ akan mengakibatkan gangguan sendi rahang yang disebut Temporomandibular disorder (TMD). TMD secara signifikan menyebabkan ketidaknyamanan dan mempengaruhi aktivitas hidup sehari-hari, seperti gangguan tidur. Pada saat tidur, pasien TMD menggertakkan gigi dan berbaring dengan posisi rahang yang tidak sempurna, hal ini memperburuk nyeri pada sendi TMJ.

Akibatnya, penderita dapat mengalami penurunan kualitas tidur. Padahal tidur memainkan peran penting dalam fungsi otak dan fisiologi sistemik di banyak sistem tubuh.

Untuk mendapatkan perawatan LLLT biasanya pasien TMD harus mengunjungi terapis dua sampai tiga kali seminggu, sehingga pasien seringkali malas melakukan kunjungan, apalagi dengan adanya pandemi COVID-19 saat ini membuat masyarakat takut sehingga enggan berobat, dan akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan atau menunda perawatan.

Baca juga  Komisi IV DPRD Jabar: Tidak Ada Celah Bagi Masyarakat Untuk Lakukan Mudik

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim mahasiswa Universitas Hasanuddin mengusulkan Bantal TMJ relaxation eco-friendly yang merupakan inovasi penggabungan konsep bantal ideal dengan terapi LLLT menggunakan material eco-friendly dan ergonomis agar penderita TMD mudah mendapatkan terapi dari rumah, dan nyeri terkait tidur serta gangguan tidur pada penderita TMD dapat teratasi sehingga penderita mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Rancangan Bantal TMJ relaxation eco-friendly ini merupakan inovasi dari Nabila Ramdani, Muhammad Refal Akbar, Al Ghumaisha, Ahmad Ghazalli Darwis, dan Andi Muhammad Irsyad Baso, didampingi oleh drg. Nursyamsi, M.Kes.

Inovasi para mahasiswa ini juga berhasil mendapatkan dana hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) .

BENTUK BANTAL IDEAL DAN MATERIAL BANTAL

Baca juga  Rektor Unhan: Perlu Manajemen Pengelolaan Bencana Terutama di Masa Pandemi

Ada bukti moderat bahwa beberapa parameter bantal berikut dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi nyeri terkait tidur. Diantaranya adalah memiliki gabungan tiga faktor desain yakni standard pillow, cervical pillow, dan shoulder pillow dalam satu kesatuan produk, berbahan dasar lateks, bentuk bantal berkontur, ketinggian 7-11 cm dari bagian tengah bantal, dan sarung bantal yang dingin.

Desain yang dirancang menyempurnakan bentuk bantal ideal dengan menggunakan bahan ramah lingkungan dan ergonomis menyesuaikan postur tubuh saat tidur. Material bantal yang digunakan yaitu lateks dikarenakan lateks dapat mengikuti bentuk tekanan kepala, leher, dan bahu penggunanya sehingga memberikan penyangga dan kenyamanan yang tepat.

Bantal lateks dapat membantu mencegah panas berlebih karena struktur selulernya, lateks tetap sejuk secara alami sepanjang malam dan memberikan sirkulasi udara maksimum. Produk ini juga memanfaatkan serat bambu sebagai sarung bantal yang bersifat antibakteri, hipoalergenik, dan dapat secara alami menyerap kelembapan dan panas. Bambu dan lateks merupakan bahan eco-friendly yang mudah ditemukan di Indonesia, sehingga penggunaannya pada produk ini dapat mendukung pengoptimalan pemanfaatan kedua bahan tersebut.

Baca juga  Corona Kota Bogor: Positif 150, Sembuh 63, Meninggal Nihil

LOW LEVEL LASER THERAPY (LLLT)

Produk ini menggunakan LLLT sebagai basis terapi yang aman, non-invasif, tidak menyakitkan, hanya membutuhkan waktu perawatan yang singkat dan efeknya dapat langsung dirasakan oleh pasien setelah perawatan dibandingkan penanganan TMD lainnya. Alat dilengkapi dengan relay timer yang akan menghentikan paparan laser jika alat telah bekerja selama 15 menit, timer berfungsi untuk memutus otomatis listrik sesuai dosis aman penggunaan LLLT 660 nm.

Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi penderita TMD untuk mendapatkan kualitas tidur dan penanganan yang lebih baik, sehingga tidak ada lagi penurunan produktivitas dikalangan masyarakat akibat nyeri TMD dan gangguan tidur terkait TMD. []

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top