Arief Hakim Askar ( no 4 dari kiri) project leader IDC dan tim.

Indonesian Diaspora Connect, Media Sosial WNI di Luar Negeri

BOGOR-KITA.com –Terdapat 4,3 juta warga negara Indonesia merantau ke luar negeri untuk tujuan studi maupun bekerja, mereka karib disebut Diaspora Indonesia.

Berawal dari kegundahan pribadi sebagai salah seorang diaspora Indonesia, Arief Hakim Askar mahasiswa Software Engineering di Beijing Institute of Technology merasa perlu untuk membuat sebuah aplikasi untuk membantu WNI, pemerintah maupun swasta untuk terkoneksi di satu platform. Maka ia dan timnya mengembangkan aplikasi yang dinamai Indonesian Diaspora Connect.

BOGOR-KITA.com berkesempatan mewawancarai Arief Hakim Askar yang juga merupakan project leader Indonesian Diaspora Connect. Berikut wawancara selengkapnya.

Apa itu aplikasi Indonesian Diaspora Connect (IDC)?

Aplikasi yang sedang dikembangkan adalah Indonesian Diaspora Connect, platform social media untuk WNI di luar negeri. Yang membuat aplikasi ini istimewa, selain ada fitur timeline, voice message dan video call, daftar pekerjaan dll kita punya juga fitur find nearby Indonesian untuk mencari orang Indonesia di sekitar kita. Kita ada domain di diasporaconnect.id

Cara kerja dan manfaat aplikasi IDC ?

Manfaat aplikasi untuk pemerintah adalah data valid tentang talenta yang berasal dari komunitas diaspora di seluruh dunia, selain itu bisa meningkatkan pelayanan pada WNI di luar negeri juga. Untuk diasporanya sendiri adalah sosial media dan fitur komunikasi yang lengkap, kesempatan untuk bekerja di banyak proyek strategis nasional, ada juga emergency button yang bisa kita pakai saat diaspora kita berada dalam kondisi darurat.

Ide awal aplikasi IDC ?

Ide awal muncul di mana saya sebagai salah seorang diaspora kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang kita miliki, contoh saya ada bakat di bahasa Turki tapi sulit sekali mencari pekerjaan yang membutuhkan orang berbahasa Turki, sebelumnya saya magang di kantor staf presiden khususnya di satu data Indonesia dan saya tau betapa sulitnya pemerintah mencari talent terbaik di seluruh dunia, kita juga ingin membantu pemerintah mendata diaspora di seluruh dunia untuk bisa mengajak mereka pulang dan berkontribusi membangun Indonesia.

Ada berapa orang yang terlibat mengembangkan aplikasi tersebut?

Saat ini ada 12 orang yang ikut terlibat mengembangkan aplikasi ini. Mayoritas sudah bekerja dan ada beberapa yang masih kuliah. Sementara dibagi di dua divisi, IT dan Branding.

Bisa dijelaskan peran masing masing orang di tim ?

Indonesian Diaspora Connect, tugasnya untuk IT fokus mengerjakan web app khusus diaspora dan pemerintah juga perusahaan swasta, dan mobile app untuk diaspora kita

Pernah juara lomba dengan aplikasi tersebut dan dapat beasiswa coaching ke Paris?

Sebelumnya kita pernah ikut lomba Hackathon dari Alcatel dan menang jadi dapat coaching ke Paris Maret nanti.

Sekarang sudah bisa didownload di appstore, karena kabarnya sudah bisa dipakai di Tiongkok dan Mongolia?

Sekarang masih prototype, versi beta akan selesai di awal Desember dan full versionnya di Maret 2019.

Dukungan pengembangan aplikasi dari mana ? Swasta pemerintah?

Dukungan dari pemerintah maupun swasta kita dapatkan, dukungan beragam tidak hanya dari segi pendanaan tapi dari endorsement dan support. Pemerintah ada kantor staf presiden, KBRI, ada juga dukungan langsung dari Indonesia Diaspora Network Global, dari Alcatel sebagai perusahaan swasta, dan beberapa pebisnis yang siap menanamkan modalnya.

Harapan terkait pengembangan Indonesian Diaspora Connect ?

Harapan untuk Indonesian Diaspora Connect menjadi sosial media untuk WNI di luar negeri.

Sukses untuk tim Indonesian Diaspora Connect. [] Hari

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *