Kab. Bogor

Hasil Setengah Musim Persikabo 1973 Terancam Degradasi

Persikabo/ Ist

Oleh : Murtianto

(Pengamat Sepakbola)

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Nasib Persikabo 1973 di ujung tanduk. Begitu sponsor SBOTOP tak lagi berada di dada jersey klub, Laskar Padjadjaran – julukan Persikabo 1973 – seperti kehilangan tenaga untuk menghadapi persaingan Liga 1 Indonesia 2023/2024.

Tengok, setengah musim berlalu atau 17 pertandingan, Persikabo 1973 hanya mampu dua kali menang. Selebihnya lima kali seri dan 10 kali kalah. Tak itu saja, meski ganti pelatih, dalam 11 pertandingan klub yang bermarkas di Stadion Pakansari, Cibinong ini tak pernah menang.

Setengah musim berlalu, Persikabo 1973 hanya duduk di peringkat ke-17 atau berada di zona degradasi. Tercatat Persikabo juga menjadi tim yang paling banyak kemasukan gol (31). Sementara FC Bhayangkara yang berada di dasar klasemen atau urutan ke-18, kemasukan 30 gol.

Baca juga  Piala Menpora: 'Ghost Goal' Arema FC Tahan Persikabo 1973

Aji Santoso sebagai pelatih yang sekarang menangani Laskar Padjadjaran adalah pelatih ketiga musim ini. Musim awal tim ini diarsiteki Aidil Sharin asal Singapura. Lalu pada pekan keenam, Sharin mengundurkan diri digantikan pelatih asal Meksiko Salvador Rodrigues.

Di tangan pelatih Meksiko, juga belum terlihat perkembangan performa pemain. Nah, mulai Agustus Rodrigues ditarik ke jabatan Direktur Teknik, kursi pelatih diserahkan ke Aji Santoso yang baru saja dikeluarkan dari Persebaya Surabaya.

Aji mau menangani Laskar Padjadjaran karena dia melihat ada peluang perbaikan performa. Pasalnya banyak pemain nasional di tim ini, termasuk bek Andy Setyo Nugroho, striker timnas Dimas Drajad, lalu pemain berpengalaman Manahati Lestusen serta kiper Syahrul Trisna Fadillah.

Baca juga  Menanti Waduk Ciawi dan Sukamahi

Tim ini juga dibekali pemain asing Kaishu Yamazaki, Jose Carlos Moreira Varela, Nikola Kovacevic. Tapi Aji setelah satu bulan, Aji agak frustrasi karena hasil latihan tidak sejalan dengan di lapangan.

Terutama koordinasi antara penyerangan dan pertahanan. Di sini terlihat agak timpang, lini belakang kocar-kacir karena pemain depan dan tengah sering tak ikut dalam usaha pertahanan.

Akibatnya, gol banyak masuk ke gawang Persikabo 1973, sementara tim ini pun cukup banyak mencetak gol (20 gol), hanya selisih tiga gol dengan tim Borneo yang tengah berada di puncak klasemen.

Artinya, harmonisasi keseimbangan permainan tidak dijalankan secara baik oleh skuat Persikabo 1973.

Sebenarnya, masih tersisa 17 pertandingan lagi untuk berbanah. Tentu hal positif soal produktifitas gol perlu dinaikan sedikit, pekerjaan rumah terbesar adalah lini bertahanan.

Baca juga  Polsek Gunungsindur Razia Knalpot Bising

Jika ini dibenahi dan semua pemain baik penyerang, lini tengah dan belakang mau saling bekerjasama, maka Persikabo 1973 akan bisa keluar dari zona degradasi.

Jika mereka tidak segera memperbaiki diri terutama untuk lini pertahanan, maka Persikabo 1973 akan jatuh kembali ke persaingan Liga 2 Indonesia.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top