Kota Bogor

DPS Dukung Belajar Tatap Muka Dengan Catatan Sekolah Harus Siap Antisipasi Covid-19

Anggota DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani, akrab disapa DPS

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada awal Januari 2021, langsung direspons oleh anggota DPRD Kota Bogor Devie Prihartini Sultani, akrab disapa DPS.

“Saya sangat mendukung, tetapi harus disiapkan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai menjadi kluster baru covid-19,” kata DPS, Sabtu (21/11/2020) malam.

Rencana Pemkot Bogor menggelar kembali belajar tatap muka, dikemukakan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Instagram dan Youtube Pemkot Bogor, Sabtu (21/11/2020).

Rencana ini merupakan respons Pemkot Bogor terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

“Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim saat mengumumkan SKB Empat Menteri tersebut, secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Baca juga  PSBB Bodebek, 5 Kepala Daerah Sorot Tumpang Tindih Izin Pemerintah Pusat

Bima mengatakan, jika sekolah ingin mulai melakukan pembelajaran tatap muka bisa mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, namun dengan catatan permohonan tersebut didukung dan disetujui serta disepakati oleh komite sekolah.

Dalam hal ini, pihak sekolah juga harus menyiapkan secara rinci terkait dengan 3 aspek utama. Pertama  konsep atau sistem pembelajarannya jelas, seperti apa pemberian mata pelajaran dan pengaturan kelasnya. Kedua kesiapan protokol kesehatan di sekolah harus memenuhi data periksa. Ketiga, tidak ingin siswa berkerumun di lingkungan sekolah.

DPS mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor harus benar-benar mempersiapkan dengan matang bagaimana mekanisme belajar tatap muka di masa pandemi.

“Misalnya sebelum masuk gerbang sekolah disiapkan wastafel untuk cuci tangan, pengukur suhu tubuh dan pastikan semua memakai masker. Selama pembelajaran di sekolah masker tidak boleh dilepas kecuali sedang makan atau minum. Isi ruangannya hanya 50 persen dari kapasitas serta pengaturan jam belajar dan tenaga pendidiknya harus diatur sebaik-baiknya,” ucap DPS.

Hal itu, lanjut DPS, untuk memastikan agar semuanya siap. Jangan sampai belajar tatap muka nantinya muncul menjadi cluster covid-19.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Curva Positif Terus Menukik, 48,  Sembuh Turun, 25

“Jika semua itu sudah diyakini kesiapannya, maka sekolah tatap muka bisa dilaksanakan,” katanya. DPS mengatakan, anak anak  memang harus bisa bersosialisasi dan berinteraksi kembali dengan kawan-kawan dan gurunya secara langsung. Tetapi anak anak akan menjadi korban manakala sekolah tidak siap dan tidak mampu mengantisipasi dampak yang kemungkinan ditimbulkan dari proses belajar tatap muka,“ jelas politisi Partai NasDem ini seraya menambahkan bahwa keselamatan adalah hukum tertinggi.

DPS menegaskan, sangat mendukung belajar tatap muka. “Namun dengan catatan harus siap mengantisipasi penyebaran virus covid-19 di lingkungan sekolah,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 2 =

Terpopuler

To Top