Kota Bogor

Dokter Spesialis dari RS EMC Sentul Paparkan Penanganan Cedera Olahraga Lari

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari RS EMC Sentul dr. Andi Nusawarta, M.Kes, Sp.OT (K)Sports memaparkan penanganan ketika terjadi cedera olahraga lari secara tepat. Dia juga menjelaskan pentingnya melatih otot untuk mencegah terjadinya cedera.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara pada acara ‘AIA Vitality Fun Run Powered by Bogor Runners’ yang digelar di BHR Agency, Sabtu (6/7/2024) pagi.

AIA Vitality Fun Run Powered by Bogor Runners diinisiasi oleh Ir Driffaroza Parmy selaku Director BHR Agency dan didukung oleh kantor AIA Pusat berkolaborasi dengan Bogor Runners dan RS EMC Sentul.

“Jadi sebenarnya olahraga itu yang paling penting melatih otot. Kenapa, karena supaya kita mudah mencegah cedera. Karena dengan otot yang terlatih bagus itu akan membuat kita kuat menahan impact. Karena olahraga itu rata rata high impact,” jelas dokter Andi Nusawarta.

Untuk diketahui, sebutan high impact mengacu pada dampaknya untuk persendian.

Dokter Andi Nusawarta menyarankan bagi para pelari untuk melatih otot bagian bawah tubuh (lower body workout).

Baca juga  Warga Sukaresmi Senang Dapat Daging Kurban Dari Wali Kota

“Saya contohkan hari ini kita olahraga lari, itu kan high impact banget buat lutut dan angkle. Dengan latihan otot yang bagus kita akan meminimalisir cedera. Terutama pelari ya latih lower (panggul, lutut, angkle). Saya kasih contoh dengan rutin melakukan squad. Dengan rutinitas itu akan menjadikan otot kuat,” terangnya.

Dia juga menegaskan pentingnya melatih otot secara rutin. Idealnya 3 kali seminggu. Setiap sesi selama satu jam.

“Yang penting itu tadi itu kuncinya rutin. Jangan lakukan latihan otot sekali sekali, itu gak dapat. Tapi dengan latihan otot yang rutin kita akan dapat hasilnya. Satu jam satu jam satu jam, itu akan dapat hasilnya. Karena yang penting itu rutinnya. Ngapain kalian berjam jam cuma sekali seminggu,” jelasnya.

Dokter Andi Nusawarta menyatakan secara umum para pelari mengeluhkan cedera lutut atau pun tumit.

“Keluhan yang banyak saya dapat itu lutut dan tumit (plantar fasciitis). Karena banyak juga yang tidak paham teknik lari yang benar,” terangnya.

Baca juga  Positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bertambah Jadi 46 Orang, Satgas Covid-19 Perintahkan Isolasi di BPKP Ciawi

Kesalahan umum yang dilakukan saat cedera

Dokter Andi mengungkapnya banyak kasus penanganan cedera yang tidak tepat.

“Banyak yang tidak tahu penanganan cedera, contoh rata rata kalau orang cedera di awal tidak diapa apain malah langsung dibawa ke dukun. Prinsip penanganan cedera awal itu kalau cedera pada olahraga, pertama bagaimana caranya kita supaya cedera itu tidak bertambah berat,” jelasnya.

Terkait penanganan pertama dia menjelaskan dengan dikompres es supaya bengkak dan pendarahan pada kaki berkurang.

“Kemudian posisi kaki ditinggikan supaya aliran darahnya bagus. Kemudian dibebat dikasih elastis perban supaya tidak bertambah bengkak. Jadi tujuan tujuan itu bagaimana menangani cedera dengan baik dengan penanganan yang tepat. Ini banyak saya lihat kesalahan cedera langsung dibawa ke tukang urut, itu kan bertentangan. Sudah luka diurut tambah luka. Nah itu paling fatal itu. Setelah penanganan itu kemudian dibawa ke dokter,” jelasnya.

Dokter Andi juga mengatakan pentingnya memiliki asuransi.

“Saya ini kan sering melakukan operasi, biaya operasi itu kan tidak murah. Rata-rata kita operasi itu 150 – 200 juta kalau orang cedera olahraga, karena uratnya kan diganti. Nah itu kalau tidak ada asuransi akhirnya kan harus bayar sendiri atau malah dibiarin,” tandasnya.

Baca juga  RS EMC Sentul Perluas Bangunan, Bikin Gedung Baru 5 Lantai

Di tempat yang sama Kapten Bogor Runners Galuh Puspha mengatakan acara lari 5 km hari ini diikuti sekitar 110 pelari.

“Yang mendaftar sih ada 120 an, tapi yang hadir 110,” terang Galuh.

Dia juga mengapresiasi acara yang digelar AIA dan didukung RS EMC Sentul.

“Kalau Bogor Runners sendiri kalau ada kolaborasi minimal ada edukasi yang bisa diberikan ke member. Kan gak semua teman teman Bogor Runners ini benar benar yang serius benar dalam berlari misal ada pelatihnya. Kalau tadi terkait cedera. Minimal ketika mereka gabung dengan kita mereka bisa terinformasikan hal hal yang benar,” jelas Galuh.

Untuk diketahui pada acara ini RS EMC Sentul juga memfasilitasi cek kesehatan gratis dan ambulance. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top