Kota Bogor

Dinkes Kota Bogor: 100 Hari Pertama, Periode Emas Kualitas Balita

Yane Ardian di acara sosialisasi Bulan Penimbangan Bayi

BOGOR-KITA.com – Kesehatan balita sangat ditentukan dari status gizi, khususnya pada 1000 hari pertama, sebagai periode emas atau golden period.

“Oleh sebab itu, pada msa emas ini sangat perlu dilakukan pengecekan terhadap balita. Bila pada periode emas ini terjadi kurang asupan gizi dapat mengakibatkan  kondisi kesehatan dan otak balita kurang maksimal," kata Rubaeah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dalam sosialisasi persiapan Bulan Penimbangan Balita di Ruang Rapat I Pemkot Bogor, Kamis (30/7/2015).

Permasalahan pada balita juga terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pola pengasuhan. Seperti ketidaktahuan ibu menyusui mengenai pentingnya ASI murni sebagai makanan terbaik bagi bayi.

Baca juga  Sekda Ade Sarip Sosialisasikan Sensus Ekonomi

Rubaeah menegasakan, kesehatan balita menjadi salah satu tolak ukur dan prioritas yang harus segera ditangani, karena setiap balita wajib dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. “Kesehatan balita sangat ditentukan dari status gizinya. Khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan perlu dilakukan pengecekan. Bila pada periode emas ini terjadi kurangnya asupan makanan dapat mengakibatkan  kondisi kesehatan dan otak balita kurang maksimal," kata Rubaeah.

Dalam sosialisasi, Ketua TP PKK Kota Bogor Yanne Ardian dan Kepala Bidang Pembinaan Kehidupan Keluarga pada Dinkes Kota Bogor Sri Pinantari Hanum tampil menjadi narasumber. Sosialisasi diikuti camat se-Kota Bogor, dinas terkait, kader PKK dan Puskesmas se- Kota Bogor. Gerakan BPB bertujuan untuk mendapatkan data mutakhir tentang jumlah balita menurut kelompok umur untuk mendapatkan gambaran status gizi 100% termasuk balita gizi buruk dan penanggulangannya. [] Admin

Baca juga  Atap Runtuh, Bima-Usmar Tinjau Kantor PWI Kota Bogor
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top