BPJS Nunggak Rp. 26 Milyar, RSUD Ciereng Usulkan Kenaikan Tarif Pelayanan ke DPRD Subang

BOGOR-KITA.com, SUBANG – Untuk memaksimalkan pelayanan yang lebih profesional, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Kabupaten Subang Usulkan kenaikan tarif pelayanan kepada DPRD dan Pemkab Subang.

Usulan kenaikan ratif tersebut, menurut Kasubag Humas RSUD Ciereng Kabupaten Subang Mamat Budi Rahmat, karena tarif pelayanan di polly umum dan tarif rawat inap di RSUD Ciereng Kabupaten Subang, masih menggunakan tarif lama.

Jika dibandingkan dengan tarif yang diterapkan di RSUD Kabupaten Sumedang misalnya, masih sangat jauh berbeda.

“Dari hasil study banding ke RSUD Kabupaten Sumedang misalnya, di sana untuk tarif polly saja antara Rp80 hingga Rp100 ribu. Apalagi jika mengacu ke Kabupaten Purwakarta dan Karawang,” ujar Maman kepada wartawan di Subang, Senin (27/1/2020).

Dengan naiknya tarif pelayanan di Polly dan rawat inap itu, dikatakan Mamat, mampu meningkatkan pelayanan yang lebih prima kepada para pasien.

Alasan lainnya menurut dia, hingga saat ini BPJS Kesehatan masih melakukan tunggakkan ke RSUD Ciereng sebesar Rp26 milyar. Dan kenaikan tarif tersebut, menjadi solusi untuk menutupi depisit anggaran yang dimiliki RSUD Ciereng saat ini. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan saran dan prasarana di runah sakit, yang masih kurang lengkap.

“Terus terang saja, ketika BPJS masih menunggak seperti sekarang ini, kami sangat kelimpungan untuk memaksimalkan pelayanan kepada para pasien khususnya terhadap peserta BPJS. Terlebih kami juga belum memiliki peralatan medis, yang memadai bagi para pasien,” terangnya.

Sementara itu disebutkan Mamat, usulan kenaikan atau tepatnya penyesuaian tarif di RSUD itu, saat ini masih dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Subang.

“Usulan itu sedang digodog di Pansus DPRD, ya mudah-mudahan saja secepatnya bisa disahkan,” pungkas Mamat. []Ahya Nurdin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *