Kabah (Foto: AFP)

Berhaji Tahun 2020, Seperti Mendapatkan ‘Tiket Emas’

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Hanya orang-orang yang beruntung yang bisa melaksanakan ibadah haji tahun 2020. Ungkapan ini diakui oleh warga Arab Saudi dan ribuan warga asing yang sudah berada di negara kerajaan tersebut.

Bayangkan, jika biasanya pemerintah Arab Saudi membuka pintu lebar-lebar kepada sekitar 2,5 juta orang untuk menunaikan ibadah di musim haji, tahun ini karena pandemi virus corona (Covid-19), hanya sekitar 10.000 orang yang secara resmi diperkenankan.

Bagi warga asing jumlahnya kian diperketat menjadi hanya 1.000 orang dan itupun dengan catatan sudah berada di Arab Saudi selama dua tahun. Tentu saja kursi untuk warga asing yang kecil itu diperebutkan ribuan orang dari 160 negara yang menetap di Arab Saudi.

Semula Badan Urusan Haji Arab Saudi membuka lamaran peminat melalui twitter. Namun, sekarang dihapus karena kebanjiran pelamar.

Menteri Urusan Haji Arab Saudi Mohammad Benten mengungkapkan, pelamar akan diperbolehkan berhaji tahun ini akan mendapatkan tiket dan penentuan melalui pemilihan secara acak.

Tentu saja ini mengundang protes banyak pihak dan meminta agar tatacara dan penetapan mendapat tiket harus terbuka. “Basis dari seleksi ini adalah berbasis kesehatan dan kami akan terbuka,” ungkap Mohammad Benten kepada Al Arabiya Televisi, tv saluran milik pemerintah Arab Saudi.

Baca juga  WHO: Covid-19 Bukan Pandemi Terakhir, Masyarakat Dunia Perlu Bersiap

Begitu sulitnya mendapatkan tiket tanda diperkenankan berhaji musim ini, para pelamar dari negara asing menanti-nanti penuh harap mengingat banyaknya peminat yang ingin berhaji, namun dengan jumlah yang terbatas.

“Saya tak bisa berkata-kata, ini seperti mendapatkan ‘Tiket Emas’ untuk berhaji,” ungkap Nasser, warga Nigeria yang menetap di Riyadh seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (27/7/2020). Nasser salah satu pelamar yang mendapatkan tiket dan telah tiba di Riyadh. Sebelumnya ia telah memenuhi persyaratan kesehatan yang ditentukan pemerintah Arab Saudi.

Sesampainya di Mekah, Nasser dan jemaah haji lainnya dikarantina dan mendapatkan pemeriksaan suhu tubuh. Mereka juga akan dilengkapi dengan peralatan dari panitia haji setempat berupa batu kerikil yang disterilkan untuk melempar jumroh, disinfektan, masker, sajadah dan ihram, pakaian putih mulus yang dikenakan oleh para peziarah.

Sementara Kementerian Urusan Haji Arab Saudi mengatakan, telah mendirikan beberapa fasilitas kesehatan, klinik keliling dan ambulans untuk melayani para jemaah haji. Mereka juga diminta untuk menjaga jarak sosial. [] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *