Bupati Bogor Ade Yasin saat melantik 577 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (27/1/2020).

Ade Yasin: Masih Ada Pegawai yang Berani Berbohong

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Masih ada pegawai yang berani berbohong. Hal ini dikemukakan Bupati Bogor Ade Yasin saat melantik 577 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor, Senin (27/1/2020).

Sebanyak 577 PNS tersebut terdiri dari pelamar umum sebanyak 451 orang dan tenaga Honorer Eks Kategori II sebanyak 126 orang.

Dalam amanatnya, Ade Yasin meminta semua PNS melangkah dengan cepat, jangan berdiam diri di tempat. Ade Yasin juga meminta agar tenaga yang fresh ini jangan memilah milih pekerjaan, disuruh melakukan A inginnya melakukan B.

Bupati  menegaskan agar ASN jangan pernah sekali-kali membohongi pimpinannya. Pasalnya, meski Bupati tak menyebutkan secara detail, ada saja anak buahnya yang masih berani membohongi bupati atau pimpinan lainnya.

Bupati juga menyinggung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. “Di tengah banyaknya pekerjaan yang dihadapi Pemkab Bogor ke depan, masih ada dinas maupun ASN yang tak satu visi dengan bupati,” katanya.

Soal birokrasi, Ade Yasin menegaskan, jangan lagi pekerjaan lambat hanya karena birokrasi, itu bisa dipangkaskan. “Pekerjaan ini harus dilakukan dengan cepat, jangan ditunda – tunda. Ini yang saya tidak mau. Antara serapan anggaran dan program yang berjalan harus seiringan,” katanya.

Terhadap PNS baru Ade Yasin mengatakan, kedisipilinan PNS berkurang setelah menjadi PNS. Antara PNS baru dan PNS lama, lebih sulit mengatur PNS lama.

“Jangan disangka bupati tidak tahu, pimpinan tidak tahu. Kita sudah sampaikan termasuk untuk mendisiplinkan pegawai yang suka kabur atau kelayapan di jam kerja. Semua terpantau,” ujarnya.

Ade Yasin berpesan, PNS harus bisa menempatkan diri. Begitu juga dalam hal waktu dan posisinya di dinas atau badan yang ada. Jangan sampai, gara- gara menjabat di dinas yang dianggap santai, kerjanya juga ikut-ikutan santai.

“Kalau waktunya istirahat ya silahkan istirahat, sepanjang berada di jam istirahat. Kan sudah ditentukan jamnya, jangan mencuri waktu di saat kerja. Ada saja alasannya, misalnya belum sarapan pagi. PNS itu idealnya pagi itu sudah siap kerja, bukan siap untuk makan,”[] Admin/Diskominfo Kabupaten Bogor.



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *