Kota Bogor

2 Kelompok Tani di Kota Bogor Dapat Bantuan 40 Ekor Sapi

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Pusat melalui Balai Veteriner Subang memberikan bantuan 40 ekor sapi kepada dua kelompok tani di Kota Bogor.

Masing-masing kelompok tani mendapatkan 20 ekor sapi potong untuk dikembangbiakan.

Kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut pertama Kelompok Tani Ternak (KTT) Gemmar berlokasi di Kampung Bubulak RT 01 RW 03 Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara.

Kedua, Kelompok Tani Dewasa (KTD) Berkah Tani Mekarwangi yang berlokasi Mekarwangi RW.7 RT.01, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim yang menerima bantuan sapi tersebut mengatakan bantuan sapi potong kepada kelompok tadi ini merupakan program pemerintah untuk dapat meningkatkan populasi sapi ternak di Indonesia.

Baca juga  Biskita Transpakuan Rencana Dikenakan Tarif Rp5.500, Pemkot Kaji Tiket Terusan

Sebab, kebutuhan sapi di Indonesia sat ini banyak dipenuhi sapi impor dari luar negeri.

“Dengan program ini, ketergantungan kita terhadap sapi luar negeri semakin berkurang tetapi memang prosesnya masih membutuhkan waktu yang panjang dan lama, karena terjadi perubahan tata ruang dan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan industri dan sebagainya,” kata Dedie Rachim pada Kamis (16/11/2023).

Menurut Dedie Kota di Bogor ini lebih banyak pemukiman perkotaan, dengan demikian keterbatasan lahan harus disikapi dan diantisipasi dengan sebuah metode peternakan yang tepat.

Selain itu, peternakan itu juga harus tidak menimbulkan polusi bau dan bisa kembang bersama-sama di wilayah pemukiman.

“Peternakan itu harus tanpa ada gangguan polusi atau gangguan-gangguan kesehatan dan sebagainya,” katanya.

Baca juga  Mahasiswa Perlu Kawal Proses Pilkada Serentak

Sehingga, kata Dedie ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menjalankan program pemerintah pusat tersebut.

“Alhamdulillah Kota Bogor dapat total bantuan sapi 40 ekor yang sudah kami sebarkan di dua titik yaitu 20 ekor di tanah Sareal, dan 20 ekor di Bogor Utara,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Dedie bantuan sapi ternak ini harus disniergikan dan dikolaborasikan dengan kelompok tani yang sudah mapan seperti sudah memiliki lahan, SDM, pakannya mudah didapat dan tidak mengganggu lingkungan.

“Harapan untuk para petani harus bekerjasama dengan dinas terutama dalam pelaksanaan inseminasi buatanya sehingga prduktifitas sapinya sangat tinnggi, jadi kalau bisa dalam satu tahun menghasilkan dua kali lipat,” harapnya.

Baca juga  Prof Damayanti: Koperasi Petani Faktor Kunci Sistem Pangan Nasional

Sementara, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Drh. Anizar, menyatakan bahwa proses pemberian bantuan akan terus dipantau untuk memastikan kesehatan sapi-sapi tersebut.

“Dalam perjalanan pemberian bantuan ini kita akan pantau terus dari kondisi kesehatannya. Kita juga harapkan kepada mereka setiap bulannya itu untuk memberikan laporan evaluasi tentang sapi-sapi ini,” kata Drh. Anizar.

Ia mengatakan sapi yang diberikan adalah jenis PO dan memiliki kelamin betina, dengan harapan peningkatan populasi sapi berkelanjutan.

Untuk perkembangbiakan sapi tersebut, pihaknya memakai kawin suntik, sehingga tidak perlu pejantan.

“Jadi bibit sprema kita suntikan kepada sapi betina,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top