Warga Sudah Muak dan Stres Dengan Kemacetan Kota Bogor

BOGOR-KITA.com – Warga Kota Bogor mulai muak dengan kemacetan yang terjadi di Kota Bogor. Warga juga memangaku sudah stres. Sebagian mengaku enggan melewati sejumlah jalan di Kota Bogor, seperti Jalan Kapten Muslihat, Jalan Bondongan, kawasan Empang hingga BTM dan kawasan Warung Jambu serta Pajajaran.

Walau tidak semua jalan di Kota Bogor mengalami kemacetan, namun macet yang terjadi di sejumlah lokasi tersebut telah membuat masyarakat pesimis terhadap penanganan yang dilakukan pemerintah.

Nuraeni pedagang kue warga Gunung Batu mengatakan, dirinya setiap hari melewati Jalan Kapten Muslihat menuju Pasar Bogor untuk mengantarkan kue kepada pemesan. Setiap naik angkot melewati Jalan Kapten Muslihat, dirinya terpaksa bersabar menghadapi kemacetan yang terjadi. Jarak tempuh dari Gunung Batu ke Pasar Bogor adakalanya harus ditempuh antara dua sampai tiga jam.

“Memang macet ini bikin stress, terutama di simpang Pintu Stasiun atau di depan PLN Kapten Muslihat. Seharusnya pemerintah menangani kemacetan ini, bukan malah menjadikan masyarakat sebagai korban kemacetan. Menurut saya sangat wajar Kota Bogor menyandang sebagai kota termacet, karena memang kenyataanya seperti itu,” ungkapnya, Jumat (31/10).

Akibat kemacetan yang sering terjadi di Jalan Kapten Muslihat tersebut, ibu tiga anak itu memutuskan untuk melewati jalan pintas dari Gunung Batu melalui Pasir Kuda dan melewati kawasan Empang untuk seklanjutnya ke Pasar Bogor. Jarak tempuhnya lebih jauh dan ongkos makin besar. Namun, Nuraeni memilih pengeluaran yang lebih besar ketimbang terjebak macet apabila melalui Jalan Kapten Muslihat.

“Yaa, walaupun  biaya lebih besar, perjalanannya bisa lebih cepat,” kjatanya seraya berharap Pemerintah Kota Bogor segera menangani kemacetan tersebut,” tandasnya.

Ketua DPRD Kota Bogor, Untung W Maryono mengatakan, Pemkot Bogor beserta dinas instansi terkait harus segera turun tangan ke lapangan menyelesaikan masalah kemacetan yang terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemacetan, dan hal itu membutuhkan penanganan langsung bukan hanya teori dan rencana program saja.

“Kami minta Pemkot Bogor segera mengatasi dan menangani masalah kemacetan yang sering terjadi di sejumlah titik di Kota Bogor. Memang masalah kemacetan itu merupakan skala prioritas program utama yang harus diselesaikan oleh Pemkot Bogor. Tapi menjadikan prioritas pun kalau tidak dilaksanakan tidak akan terurai,” jelasnya.

Politisi partai berlambang banteng moncong putih ini juga menegaskan, Pemkot Bogor harus intensif mengerahkan jajaran SKPD terkait dalam menangani masalah kemacetan. “DLLAJ itu sebagai instansi vital dalam penanganan masalah kemacetan harus lebih intensif turun ke lapangan. Apalagi kemacetan merupakan program prioritas, bagaimana kalau hanya dikatakan priortias tetapi DLLAJ tidak intensif melakukan penanganan,” pungkasnya.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *