Warga Bojong Koneng Bentrok dengan Sentul City

Warga Bjong Koneng di Sentul City

BOGOR-KITA.com  – Ratusan warga Kampung Bojong Gaok, RT 01/RW 02, dan 4 dusun di, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, bentrok dengan pengelola Sentul City, Rabu (15/10). Bentrok dipicu oleh langkah Pengembang Sentul City yang melakukan perataan lahan yang diklaim warga bukan milik Sentul City, melainkan milik warga.

“Kami emosi setelah mengetahui pihak Sentul City mulai meratakan tanah yang bukan miliknya,” kata seorang tokoh masyarakat Kampung Gaok, Rasyid kepada PAKAR di lokasi.

Dikatakan Rasyid, lahan tersebut merupakan lahan warisan leluhur (tanah bengkok-Red), dan sudah dikuasai warga sebelum pengembang Sentul City ada di sini. “Lihat begitu banyak makam leluhur warga yang teronggok di atas lahan itu,” kata Rasyid.

Rasyid menegaskan, tanah tersebut tidak pernah diserahkan atau pun dijual oleh warga kepada pihak mana pun. Karena itu, ketika diratakan, warga merasa disisihkan dan diusir secara paksa oleh Pengembang Sentul City.

“Kami selaku masyarakat Desa Bojong Koneng akan tetap mempertahankan tanah itu sampai titik darah penghabisan. Jika pihak Sentul City terus berupaya merebut tanah tersebut, kami akan melawan” tegas Rasyid.

Dikatakan Rasyid lagi, sebetulnya warga sudah mempermasalahkan perataan itu sejak sepekan lalu. Namun, tidak ditanggapi serius oleh Pengembang Sentul City. Yang ada, pihak Sentul City malah nekat terus melakukan pendoseran, yang kemudian memicu kemarahan warga dan kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi proyek dan langsung menghentikan aktivitas perataan.

Pantauan PAKAR di lokasi, sempat terjadi bentrok antara warga dengan pihak keamanan Sentul City yang mencoba melawan, yang menyebabkan dua petugas keamanan Sentul City mengalami luka-luka. Beruntung kejadian tersebut berhasil dinetralisir petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan Madang yang segera datang ke lokasi.

Rasyid masih terus mengeluarkan unek-uneknya. Warga, katanya, sudah empat kali melakukan aksi penghentian pendoseran lahan. Namun, upaya warga selalu gagal karena pihak Sentul City kerap melibatkan oknum organisasi kemasyarakatan untuk menghadang.

Pihak Sentul City, katanya lagi, sepertinya juga main kuasa. Terbukti, warga selalu kesulitan mengurus surat tanah, karena setiap mau mengurus, selalu harus melalui rekomendasi Sentul City. “Jika kita mau urus tanah kenapa harus melalui Sentul City, Ini ada apa, dan mengapa tidak melalui Badan Pertanahan Nasional,” katanya.

Warga berharap pemerintah membantu menyelesaikan persoalan ini. “Kami atas nama warga memohon bantuan kepada pemerintah agar bisa menyelesaikan persoalan lahan ini secara kekeluargaan tanpa perlu ada pertumpahan darah,” katanya

Hingga berita ini diturunkan, Sentul City belum memberikan keterangan apapun terkait kepemilikan lahan. Pantauan PAKAR di lokasi, juga tidak ada satu pun perwakilan dari Sentul City yang menemui warga, kecuali oknum ormas yang diduga warga hadir karena dibayar oleh pihak Sentul City.

Dihubungi terpisah, Camat Babakan Madang, Yudi Santosa, membenarkan bahwa bentrokan dipicu oleh aksi saling klaim lahan antara warga dan Pengembang Sentul City. Terkait siapa sebenarnya pemilik lahan tersebut, camat mengatakan, keduanya punya bukti. “Keduanya punya bukti, Sentul City punya hak guna bangunan (HGB), warga juga punya bukti karena tanah itu tanah bengkok, ditandai dengan adanya surat yang  terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Besok (hari ini-Red), kita akan jadualkan mediasi di Kantor Desa Bojong Koneng,” kata Yudi Santosa. Untuk sementara ini, imbuh camat, status tanah itu ditetapkan status quo.

Dalam mediasi nanti, kata Yudi lagi, pihaknya akan mengundang tim dari BPN Kabupaten Bogor untuk memberikan dan menelaah bukti-bukti berikut sejarah kepemilikan lahan yang diklaim kedua belah pihak.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *