Para veteran dan Bima Arya saling memberi salam hormat seusai upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Lapangan Pusdikzi, Jalan Jenderal Sudirman Kota Bogpr, Jumat (17/8/2018)

Veteran Bangga Ikut Memperingati HUT Kemerdekaan

BOGOR-KITA.com – “Bagi kami veteran yang masih hidup sangat bangga bisa mengikuti upacara peringatan HUT RI yang luar biasa ini. Kalau dulu upacara masih sederhana sekarang sudah luar biasa,” ujar Muhamad Husni salah satu Legiun Veteran Kota Bogor yang ikut dalam barisan memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Lapangan Pusdikzi, Jalan Sudirman, Kota Bogor, Jumat (17/8/2018).

Veteran yang pernah berjuang di Irian Barat pada 1962 ini sangat percaya jika generasi muda sekarang bisa menjaga NKRI. Kuncinya memegang Teguh pancasila dan UUD 1945.

Karena itu pula Muhamad Husni sangat perlu dijaga jangan sampai rakyat keluar dari garis pancasila dan UUD 1945 karena.

Mantan Komandan Pleton yang mempunyai 30 anak buah ini menambahkan, kemerdekaan Indonesia ini masih harus disempurnakan. Pasalnya, sampai saat ini Indonesia masih dihadapi dengan masalah kemiskinan, masih rendahnya pendidikan, dan ancaman pengaruh dari luar terhadap kesatuan persatuan rakyat Indonesia.

“Harapan kami generasi muda harus belajar dengan baik dan berprestasi agar di masa depan dapat menyumbangkan pikirannya kepada negara, sehingga kehidupan masyarakat bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0606 Suryakancana Letkol Arm Doddy Suhadiman mengatakan, kemerdekaan menjadi momentum baik bagi generasi muda untuk kembali mereview makna kemerdekaan yang telah diperjuangkan para founding father. Serta tentunya mengisi kemerdekaan yang sekarang dinikmati ini dengan hal positif jangan sampai malah disia-siakan.

“Indonesia memang sudah merdeka, hanya saja tentunya harus dimaksimalkan lagi dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia dan menjaga Indonesia dari setiap ancaman,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, TNI senantiasa menjaga kemerdekaan dengan mengantisipasi segala macam ancaman yang akan datang dari luar ataupun ancaman yang sudah ada atau dari dalam. TNI tidka hanya mengantisipasi atau menghadapi ancaman secara fisik saja tetapi juga ancaman non fisik, seperti ideologi, politik, sosial budaya,hukum dan HAM yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Kami selalu melaksanakan kegiatan wawasan kebangsaan dan pemahaman bela negara kepada generasi muda sembari memberikan contoh-contoh ancaman yang bisa merusak negara,” pungkasnya. Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *