101

Terima Kunjungan Kerja HT, Bima Paparkan Soal Penataan Kota Bogor

BOGOR-KITA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor “gerah” karena selalu disebut dengan sebutan sebagai kota sejuta angkot. Karena, takdir dan sejarah Kota Bogor adalah kota yang nyaman atau saat di zaman penjajahan Belanda dulu disebut dengan buitenzorg.

Untuk itu, saat ini banyak langkah-langkah yang sedang berjalan dengan target utama adalah persoalan angkot. Dimana sekarang ini dalam progres untuk konversi angkot ke bus. Lantas langkah yang kedua tengah digarap Pemkot Bogor yaitu membenahi tata kota. Sehingga nanti “gulanya” akan diangkut dan dipindahkan dari pusat kota ke pinggir kota.

Demikian dikemukakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menerima kunjungan kerja dan silaturahim Ketua Umum Partai Perindo sekaligus pendiri MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) di Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H Djuanda, Kota Bogor, Rabu (9/8/2017).

“Jadi ke depan, pusat kota ini akan menjadi kota tua, kota yang hijau. Sementara pusat aktivitas, wajah metropolis akan bergeser ke wilayah utara. Itu harus dilakukan karena tren pertumbuhan penduduk tinggi,” jelas Bima.

Lebih jauh wali kota menerangkan, bahwa pemerintah juga fokus untuk menguatkan diferensiasi Kota Bogor. Dimana dengan total Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang senilai Rp 2,3 triliun itu local income-nya sebagian besar berasal dari sektor jasa dan pariwisata.

“Kota Bogor itu kota Meeting, Insentive, Convention & Exhibition (MICE). Kekuatan kita (Kota Bogor) di situ, jasa dan pariwisata. Sekarang kita tengah membidik dan lebih segmented lagi yaitu sport tourism. Kita deklarasikan sebagai The City of Runners. Jadi kita jual Kota Bogor dalam konteks wisata, yaitu olahraga,” papar Bima.

Dalam pertemuan itu, turut mendampingi wali kota sejumlah kepala dinas, tokoh masyarakat, dan pimpinan partai politik. Sementara rombongan Hary Tanoesoedibjo didampingi istrinya Liliana Tanaja Tanoesoedibjo dan beberapa pengurus partai. []Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *