111

Tabur Bunga di Makam Kapten Muslihat Hingga Pahlawan “Tak Dikenal”

BOGOR-KITA.com – Tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded kerap menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) hingga para Veteran di Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November. Jumat (10/11/2017) pagi, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono menabur bunga berwarna merah terang ke dua makam pahlawan yang “Tak Dikenal”.

Makam dengan papan nama nisan “Tak Dikenal” ini merupakan para Prajurit Satu yang gugur membela Tanah Air dari tangan penjajah. Jumlahnya tak sedikit, yakni mencapai 100 makam dari jumlah keseluruhan 1.062 makam yang ada di TMP Dreded.

Secara keseluruhan kondisi makam seluas 33.200 Meter persegi ini cukup terawat dan rapih. Meski begitu tak dipungkiri ada beberapa makam yang nisannya sudah lusuh dan lapuk. Hingga membuat nama yang terdapat di papan nisan hilang akibat hujan.

Penjaga TMP Dreded Maman Suherman mengatakan, banyak dari makam-makam pahlawan ini yang sudah tidak dikunjungi keluarga termasuk makam dari Kapten Muslihat. Pengunjung yang berziarah TMP pun hanya di momen-momen tertentu. Seperti Hari Kemerdekaan, Hari Kesaktian Pancasila, Hari Pahlawan dan lainnya.

“Disini pahlawan yang paling terkenal ya hanya Kapten Muslihat, Mayor Oking dan A.E. Sukma. Kalau Mayor Oking masih ada keluarga yang mengunjungi,” ujar penjaga yang sudah bekerja selama 21 tahun di TMP Dreded.

Salah satu veteran yang hadir Adjat Rukadjat (75) mengatakan, setiap ke TMP dirinya merasa sedih terkenang dengan rekan seperjuangannya yang gugur lebih dulu. Sebagai veteran yang berjuang di masa kemerdekaan ia dan teman-temannya ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

“Alhamdulillah masih ada kepedulian pemerintah terhadap kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan, ada dua makna dari Hari Pahlawan, yakni pengorbanan dan pengabdian. Pengorbanan artinya tidak berpikir untuk kepentingan kelompok, golongan tetapi berfikir untuk kepentingan yang lebih besar bangsa dan negara. Sedangkan, pengabdian memberikan sesuatu yang terbaik dan karya nyata. Dan saat ini sudah banyak warga yang mempunyai semangat pengabdian dan pengorbanan.

“Spiritnya (semangat) di Kota Bogor harus membangkitkan spirit pengorbanan dan pengabdian itu, agar tidak terjebak kepada kelompok-kelompok tertentu,” pungkasnya. []Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *