Sinergitas Antara Ulama dan Umaro Menyelesaikan Segala Persoalan

BOGOR-KITA.com – Wali Kota Bogor Bima Arya berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dapat terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi untuk menyelesaikan segala persoalan yang muncul ditengah masyarakat.

Hal tersebut diterangkan Bima saat menerima audiensi Ketua MUI Kota Bogor KH. Mustofa Abdullah bin Nuh dan pengurus di rumah dinas Wali Kota, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (4/8/2017).

“Pada intinya ada beberapa hal yang harus dibenahi, terutama dalam aspek komunikasi. Jangan berkomunikasi atau berkoordinasi secara reaktif ketika muncul persoalan, bola itu ada di kita,” kata Bima.

Menurut Bima, banyak hal yang mempengaruhi ulama dan umaro atau pemerintah. Faktor komunikasi merupakan salah satu kunci membangun sinergitas dan kebersamaan antara MUI Kota Bogor selaku ulama dan Pemkot Bogor selaku umaro dalam membantu membangun secara bersama-sama apa yang di cita-citakan.

Disamping itu Bima juga berharap agar MUI Kota Bogor bebas dari kepentingan atau intervensi politik.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Bogor KH. Mustofa Abdullah bin Nuh menegaskan senantiasa menjaga citra MUI Kota Bogor dari kepentingan intervensi politik. Selain itu, pihaknya menanyakan kemungkinan bantuan dari KPK untuk MUI Kota Bogor dalam menjalankan kegiatannya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris MUI Kota Bogor Ade Sarmili melaporkan hasil pertemuan MUI Kota Bogor dengan ormas islam yang ada di Kota Bogor terkait program dan kegiatan MUI Kota Bogor 5 tahun kedepan, pihaknya berharap di Balaikota Bogor lebih memperbanyak kegiatan dengan sentuhan religius islami berupa dzikir bersama.

Melalui program MUI Kota Bogor yang terstruktur dan terukur kata Ade, pihaknya berusaha membangun warga Kota Bogor agar sadar dan peduli serta merawat Kota Bogor dan rasa kebogorannya.

Dengan program MUI Kota Bogor yang terstruktur dan terukur warga dapat merasakan kehadiran MUI untuk merawat kebersamaan agar tidak memudar, menjaga kondusifitas kondisi wilayah dan kebathinan warga Kota Bogor. Kehadiran MUI Kota Bogor juga dapat menjadi program preventif dampak dari kegamangan yang dirasakan warga Kota Bogor.

“Jadi selama setahun kedepan MUI Kota Bogor akan melaksanakan 15 kegiatan yang pelaksanaannya akan dimulai September 2017, tepatnya pada awal September 2017 dengan didahului rapat kerja MUI Kota Bogor,” papar Ade. []Admin




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *