71

PKS-Gerindra Deklarasi Koalisi untuk Pilwakot Bogor

BOGOR-KITA.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra mendeklarasikan koalisi untuk maju dalam Pemilihan Walikota Bogor (Pilwakot) yang digelar Juni 2018 mendatang. Dua partai yang mengusung pasangan Anis Baswedan – Sandiaga Uno (Anies-Sandi) di Pilkada DKI Jakarta ini, sukses menyingkirkan pasangan Ahok-Djarot yang didukung koalisi besar gabungan PDIP, Golkar, nasdem, Hanura, PPP, PKB ini.

Deklarasi koalisi dua partai yang disebut koalisi merah putih digelar dalam satu acara di RM Gurih 7, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (7/5/2017),
Senior PKS yang juga mantan Wakil walikota Bogor, Achmad Ruyat yang hadir dalam deklarasi, mengatakan, koalisi ini merupakan koalisi kelembagaan karena parpol di Kota Bogor tidak ada yang memiliki tiket mandiri. “Dengan deklarasi ini dipastikan akan keluar calon walikota dan wakil walikota yang sangat berkualitas,” kata Ruyat.

Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian mengatakan, koalisi ini merupakan sebuah harapan baru dari masyarakat Kota Bogor. Koalisi ini untuk Kota Bogor yang lebih baik lagi agar pembangunan berjalan lebih cepat.

Terkait nama yang akan diusung, Sopian mengatakan, nanti akan dilakukan survey dan intinya koalisi ini untuk memenangkan Pilwalkot 2018.

Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan, koalisi merah putih merupakan inisiasi dari pengurus PKS dan Gerindra. Masalah pasangan calon, dikatakan, akan berkomunikasi apakah nanti untuk F1 nya dari PKS atau dari Gerindra, semuanya akan berproses. “Kalau untuk calon dari Gerindra sudah jelas yaitu Sopian, tinggal calon dari PKS, baik dari internal maupun eksternal,” jelas Atang Trisnanto.

Ketua DPC PAN, Safrudin Bima. Dia mengucapkan selamat kepada Gerindra dan PKS yang sudah medeklarasikan koalisi untuk pilwalkot. Kaitan dengan PAN, sudah dilakukan komunikasi dengan PKS dan Gerindra. PAN akan mengamini langkah yang dilakukan oleh koalisi merah putih. “Kita mendoakan PAN kalau tidak ada aral melintang dan halangan, tinggal masuk kedalam koalisi PKS dan Gerindra, artinya menyusul dari belakang. PAN tidak mengenal hal hal yang mengganjal untuk membangun silaturahim, kalaupun akhirnya PKS dan Gerindra harus melawan dan bersebrangan dengan PAN, maka otomatis PAN akan siap menghadapinya. Koalisi pandawa lima juga tidak pecah dan tetap akan bersama sama hingga habis jabatan Bima dan Usmar,” pungkasnya.[] SHT




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *