BOGOR-KITA.com - Kian meningkatnya peredaran narkotika obat dan bahan berbahaya (narkoba) di Indonesia khususnya wilayah Bogor. Membuat Dewan Pengurus Cabang Gerakan Anti Narkotika dan Psikotropika (DPC Granat) Kabupaten Bogor ikut gencar mensosialisasikan perang terhadap obat-obat terlarang tersebut. Ketua DPC Granat Kabupaten Bogor, H. Styo Anugrah Perkasa memaparkan, organisasinya itu akan memberikan penyuluhan ke seluruh tingkatan pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi tentang bahaya narkoba. "Tidak hanya kepada pelajar dan mahasiswa saja. Kami juga berencana memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba ini ke instansi pemerintah, OKP atau ormas serta pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Bogor," ujarnya kepada BogorKita.com, Rabu (2/11/2016). Styo pun mengatakan, DPC Granat juga tetap berkomitmen dengan Polres serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, untuk ikut serta dalam operasi dan mengawasi proses penyelidikan dan penyidikan hingga berjalannya proses peradilan berlangsung. "Keterlibatan kami dalam membantu dua instansi ini lebih kepada memberikan informasi tentang peredaran narkoba di wilayah kita ini. Selain itu kami pun akan bekerjasama dengan OKP/ORMAS mengadakan event bersama dalam membentuk kreativitas dan inovasi. Baik itu dalam bentuk kesenian, kewirausahaan, informatika dan teknologi," katanya. Ketika ditanyakan mengenai program jangka pendek yang akan dijalankan oleh DPC Granat. Styo pun menjawab, "Dalam waktu dekat mengadakan jalan sehat pencanangan BARAYA BOGOR BEBAS NARKOBA. Dan juga membentuk Pengurus Anak Cabang (PAC) di 40 kecamatan". [] Admin

Perwakilan Bintang Radio RRI Bogor Diharapkan Bisa Melaju ke Tingkat ASEAN

BOGOR-KITA.com – Dua perwakilan Kota Bogor siap beradu menyanyi di tingkat Nasional dalam ajang Bintang Radio yang digelar Radio Republik Indonesia (RRI). Sebelumnya RRI Kota Bogor telah menggelar audiensi Bintang Radio dengan jumlah peserta 98 orang Putra Putri. Dari 98 peserta tersebut terpilih satu peserta terbaik Putra dan Putri untuk tampil final di Kendari pada Jumat (11 November 2016) mendatang.
Kepala LPP RRI Bogor Arnetti mengatakan, RRI sebagai salah satu media milik pemerintah ingin menjadi wadah mengekpresikan bakat para generasi muda dalam berbagai bidang. Hal ini sesuai dengan visi misi RRI untuk melahirkan generasi yang cerdas. Menjadi rumah rakyat dalam mendorong kreatifitas dan kegiatan tanpa mengharapkan untung rugi. Kegiatan Bintang Radio salah satu program yang rutin digelar RRI setiap tahunnya.
“Tahun lalu perwakilan Bintang Radio RRI Bogor menang juara satu tingkat nasional,” ujar Arnetti, Rabu (2/11/2016).
Arnetti menuturkan, dua orang yang menjadi perwakilan Bintang Radio saat ini tengah menjalani latihan dan pembengkalan untuk menghadapi peserta dari berbagai kota. Pasalnya ini tidak hanya membawa nama RRI Kota Bogor saja tetapi secara keseluruhan juga ikut mem-branding Kota Bogor. Apalagi jika berhasil menang di tingkat Nasional akan kembali beradu di tingkat ASEAN.
“Kami harap perwakilan tahun ini Rafi Rizki (17) dan Waode Heni (19) dapat menang dan menorehkan namanya di Asean,” terang dia.
Sementara itu Rafi Rizki (17) mengatakan, dirinya selama sebulan ini tengah mempersiapkan diri untuk tampil di final Bintang Radio RRI mendatang. Ia terus latihan vocalizing setiap hari sekalipun ia sedang berada di mobil. Dirinya akan membawakan lagu Pamit dari penyanyi solo Tulus yang merupakan satu dari lima lagu wajib pilihan RRI. Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kota Bogor ini pada 2015 lalu memang sudah pernah menjadi juara dua di Bintang Radio dan bercita-cita menjadi penyanyi.
“Semoga bisa menang,” harapnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *