rerouting angkot

Pemkot Mulai Uji Coba Rerouting Angkot Koridor 2 dan 3

BOGOR-KITA.com – Pelaksanaan uji coba rerouting angkot akan diberlakukan Selasa (16/0/2017) hari ini. Pada tahap pertama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, DPC Organda Kota Bogor, Pimpinan 15 Badan Hukum, Polresta Bogor Kota dan Satlantas Polresta Bogor Kota menyepakati pengoperasian dua koridor terlebih dahulu yakni TPK 2 (Ciawi – Terminal Bubulak) via Baranangsiang dan TPK 3 (Ciawi -Terminal Bubulak via Lawang Gintung, Suryakancana.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea mengatakan, pelaksanaan ujicoba rerouting ini merupakan realisasi dari launching rerouting angkutan kota (angkot) pada (14/3/2017) lalu.
Pengoperasian TPK 2 dan TPK 3 ini masih menggunakan angkutan perintis karena masih menggunakan angkot yang saat ini ada di trayek 02, 03 dan 21, sehingga besok akan masuk di koridor 2, koridor 3 dan tidak langsung melihat bus.

“Kami memberikan waktu kepada badan hukum selama 6 bulan untuk mengkonversi 3 angkot menjadi 1 bus. Jadi paling cepat bus baru ada pada September atau November untuk menggantikan 243 angkot di masing-masing koridor 2 dan 3,” ujar Jimmy saat Conference Press di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Senin (15/05/2017).

Jimmy menuturkan, setelah mengoperasikan TPK 2 dan TPK 3 untuk sementara angkot 02 dan 03 yang tidak ikut dalam konversi (sisanya-red) akan tetap beroperasional seperti biasa, sehingga belum dapat terlihat perubahan jumlah kendaraan di pusat kota setelah pengoperasional jalur TPK 2 dan TPK 3 ini, namun perubahan akan terjadi setelah empat koridor yaitu TPK 2, TPK 3, TPK 4 dan TPK 5 dioperasionalkan.

“Setelah itu selesai, segera akan ditindaklanjuti dengan pengalihan sisa dari kendaraan yang tidak masuk di koridor, ada 584 angkot dari trayek 02, 03, 07, 09 dan 21 yang akan di masukan ke feeder (pengumpan),” terangnya.

Pengoperasional TPK 2 dan TPK 3 besok, lanjut Jimmy, hanya tinggal pelaksanaan memasukan angkot ke koridor. Dishub dan petugas gabungan akan mengawal kendaraan dari titik di Gramedia Pajajaran ke Ciawi dan di titik kantor PDAM ke Ciawi karena jalur ini merupakan perpanjangan trayek. Pihaknya juga akan menyiapkan petugas yang akan naik ke dalam angkot untuk menyampaikan sosialisasi ke penumpang. Selain itu, pemasangan marka, rambu jalan, plang trayek juga sudah dipasang.

“Petugas akan ditempatkan selama 3 hari dengan mengerahkan 200 personil mulai dari kepolisian, TNI, Brimob, dan Organda yang tersebar di 9 titik lokasi, yakni Simpang Ciawi, Pertigaan Ekalokasari, Pasir Kuda, Gramedia Pajajaran, PDAM Sukasari, Simpang Batu Tulis, Simpang Asrama Polisi dan Terminal Bubulak,” imbuhnya.

Kepala Dishub Kota Bogor Rakhmawati menambahkan, mengenai tarif angkot yang masuk ke TPK 2 dan TPK 3 untuk sementara ini masih mengikuti harga pasar, tetapi tetap dalam pengawasan Dishub.

“Setelah itu baru nanti tarif akan ditetapkan dengan SK Walikota,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menerangkan, dibutuhkan ekstra kerja keras untuk menyampaikan konsep penataan transportasi ini kepada masyarakat. Rerouting ini bagian dari revolusi angkot yang dimulai dengan menjadikan angkot berbadan hukum, menyiapkan koridor dan trayeknya, lalu tahap terakhir meminta badan hukum melakukan konversi angkot 3 menjadi 1 dan 3 bus menjadi 2 bus.

“Goals dari ini nantinya tidak akan ada lagi angkot yang beroperasi di pusat kota, melainkan diganti menjadi bus dan angkot hanya menjadi feeder saja,” pungkasnya [] Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *